Desa Jalatrang Tekan Pengeluaran Warga Rp72 Juta per Bulan Lewat Program Ketahanan Pangan
Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, mengungkapkan, program ini berawal dari hasil survei kebutuhan dasar masyarakat
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Sebagian hasil dikonsumsi sendiri, sebagian lagi ditanam kembali untuk menjaga kesinambungan kebutuhan.
Dengan semangat gotong royong dan kemandirian, Desa Jalatrang kini menjadi salah satu contoh penerapan program ketahanan pangan yang efektif dan berkelanjutan di tingkat desa.
“Mudah-mudahan langkah kecil ini bisa terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi desa lain. Karena ketahanan pangan itu dimulai dari rumah,” pungkas Dadi.
Selain itu, Pemerintah Desa juga menggandeng KWT Berlian sebagai mitra penyedia bibit dan pelaksana teknis di lapangan.
Ketua KWT Berlian, Aam Amirah, menjelaskan bahwa pihaknya dipercaya desa untuk menyiapkan dan menyemai ribuan polybag berisi bibit bawang merah, cabai rawit, dan tomat yang kemudian disalurkan ke 1.000 rumah tangga.
"Kami yang menyemai dan mendistribusikan bibitnya ke masyarakat,” jelas Aam.
Menurutnya, keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan Sekolah Lapang Pertanian yang juga dibiayai dari Dana Desa.
Melalui sekolah lapang, warga mendapatkan bimbingan langsung dari penyuluh pertanian mulai dari cara menyemai, menanam, mengolah lahan, pemupukan, hingga proses panen.
“Ilmunya diberikan lengkap, jadi warga tidak hanya menanam, tapi juga memahami cara merawat tanaman dengan benar,” tambahnya.
"Alhamdulillah banyak yang berhasil. Ada yang panen bawang merah sampai 1 ons. Untuk tomat, rata-rata sudah cukup untuk kebutuhan dapur sehari-hari,” ungkap Aam.
Selain menekan pengeluaran rumah tangga, program ini juga mengubah kebiasaan masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.
Banyak warga kini terbiasa memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran atau tanaman obat keluarga.
“Selain dari bantuan desa, warga sudah mulai terbiasa menanam di lingkungan rumahnya masing-masing. Bahkan ada yang hasilnya dijual langsung ke pasar atau ke pengunjung yang datang dan bisa petik sendiri,” kata Aam.(*)
| Kunker Ketua Bhayangkari Jabar di Ciamis, Tinjau SPPG, Sekolah hingga Posyandu |
|
|---|
| Bupati Herdiat Ajak Petani Ciamis Beralih ke Pertanian Organik |
|
|---|
| Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Singgung Hal Ini Saat Berjalan di Jembatan Cirahong |
|
|---|
| Tiga Desa di Ciamis Dicanangkan Jadi Desa Cantik 2026 |
|
|---|
| Bantuan Pangan Digelontorkan, 796 Warga Kelurahan Ciamis Langsung Semringah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/anggota-Kelompok-Wanita-Tani-KWT-Berlian-Ciamis-1.jpg)