Ketabahan Ade, Lansia di Sumedang Tetap Gigih Jualan Bubur Pacar dan Bubur Lemu
Ade biasanya membuat bubur pacar dan bubur lemu bersama suaminya, Into Irianto (65). Namun, telah genap setahun ini, Into sakit cukup parah.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
"Jualan ini 1 porsi Rp 8 ribu," katanya.
Bubur lemu dibuat sore hari sepulang Ade berjualan. Sementara sekoteng, santan, dan kinca gula mera dibuatnya subuh sebelum pada pagi harinya berangkat jualan.
"Sebelum jualan bubur ini, sama bapak berjualan pakaian," katanya.
Into, suami Ade sakit-sakitan. Kadang sembuh dan bisa membantu Ade menyiapkan bahan untuk berjualan. Namun, kadang sakitnya kambuh dan mengharuskannya berobat ke klinik.
"Dulu belum tahu pakai BPJS. Sekarang sudah didaftarkan oleh kelurahan. Dulu harus bayar mahal, sekali berobat Rp800 ribu," katanya.
Baca juga: Hobi Membawa Hoki, PNS Pemkot Bandung Budidaya Koi di Kaki Gunung Tampomas Sumedang
| Massa Aksi Sebut Ada Pertemuan Ketua PN Sumedang dengan Napi Korupsi Sebelum Pencairan Konsinyasi |
|
|---|
| Ketua PN Sumedang Kembali Tak Temui Massa Ahli Waris Tol Cisumdawu |
|
|---|
| Massa Aksi di Depan PN Sumedang Bawa Belasan Spanduk: "Pak Prabowo kapan KPK ke Sumedang?" |
|
|---|
| Massa Ahli Waris Serbu Kantor PN Sumedang, Protes Pencairan Uang Konsinyasi Rp190 Miliar |
|
|---|
| Pemerhati Kasus PSN Soroti "Pencairan Sepihak" Uang Konsinyasi Tol Cisumdawu di PN Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ade-Mulyati-penjual-bubur-pacar-dan-bubur-lemu-di-Sumedang-1.jpg)