Jembatan Gantung di Surian Rusak
Pemkab Sumedang Minta Maaf kepada Warga Kampung Bobos Surian, Janjikan Jembatan Permanen
Pemkab Sumedang akhirnya memberikan penjelasan terkait belum tertanganinya kerusakan jembatan gantung di Kampung Bobos
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sumedang jelaskan jembatan Bobos belum diperbaiki karena keterbatasan anggaran
- Perbaikan tak bisa dianggarkan 2026, direncanakan 2027 dengan jembatan permanen
- Pemkab usulkan bantuan pusat dan CSR, sementara TNI lakukan perbaikan darurat
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya memberikan penjelasan terkait belum tertanganinya kerusakan jembatan gantung di Kampung Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, yang kembali mengisolasi 25 kepala keluarga.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Sumedang, Wuddan Lukman Hakim, mengatakan hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menunjukkan banyaknya usulan perbaikan infrastruktur serupa dari berbagai kecamatan di Sumedang.
“Bukan hanya dari Surian, tapi juga dari kecamatan lain. Semuanya prioritas, tetapi karena keterbatasan anggaran, jadi tidak bisa langsung dianggarkan,” kata WuddanWuddan kepada Tribun Jabar.id, Rabu (21/1/2026) petang.
Menurutnya, anggaran perbaikan jembatan di Kampung Bobos tidak memungkinkan dimasukkan pada tahun berjalan karena keterbatasan fiskal daerah. Bahkan, Pemkab Sumedang juga terdampak pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
“Tahun ini tidak mungkin dianggarkan karena anggarannya sudah terbatas. Tahun depan mudah-mudahan lebih leluasa, akan dianggarkan pada 2027,” ujarnya.
Baca juga: Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak
Wuddan menegaskan, Pemkab Sumedang tidak mengabaikan kondisi warga Kampung Bobos. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus empati atas situasi yang dihadapi masyarakat.
“Atas nama Pemkab Sumedang, kami turut prihatin dan memohon maaf atas keterbatasan ini. Kami tidak mengurangi rasa hormat kepada masyarakat Dusun Bobos. Ini tetap menjadi prioritas utama,” ucapnya.
Pemkab, lanjut Wuddan, tidak lagi merencanakan pembangunan jembatan darurat, melainkan mengarah pada pembangunan jembatan permanen.
“Insyaallah jembatan permanen,” katanya.
Baca juga: Imbas Jembatan Gantung Rusak, Warga Bobos Sumedang Berobat dan Sekolah ke Kecamatan Tetangga
Sementara itu, Pemkab Sumedang juga mengakui bahwa keterbatasan APBD membuat pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan dana daerah. Sejumlah skema pendanaan lain telah diupayakan, termasuk pengajuan ke pemerintah pusat dan kerja sama lintas sektor.
“Anggaran terbatas, jadi tidak hanya mengandalkan APBD. Kami sudah mengusulkan ke pusat, ke kementerian, termasuk melalui CSR,” kata Wuddan.
Ia mencontohkan, sejumlah jembatan di wilayah lain seperti kawasan Jatigede juga diajukan ke pemerintah pusat karena tingginya mobilitas warga. Termasuk jembatan di Kampung Bobos yang sebelumnya dibangun melalui kolaborasi TNI dan Vertical Rescue Indonesia (VRI).
Baca juga: Kades Nilai Pemkab Sumedang Abai, Perbaikan Jembatan Gantung Bobos Surian Justru Ditangani TNI
“Itu (Bobos) kan disentuh Program seperti TMMD dengan VRI, jadi kita tidak sentuh lagi. Tapi, ada kejadian rusak seperti sekarang ini. Kejadian rusak seperti ini ada prosesnya. Tetap akan diprioritaskan, diusulkan, dan dianggarkan,” ujarnya.
| Perbaikan Jembatan Gantung di Bobos Sumedang Sudah Dimulai, Kerja Sama TNI–Warga |
|
|---|
| Kades Nilai Pemkab Sumedang Abai, Perbaikan Jembatan Gantung Bobos Surian Justru Ditangani TNI |
|
|---|
| Imbas Jembatan Gantung Rusak, Warga Bobos Sumedang Berobat dan Sekolah ke Kecamatan Tetangga |
|
|---|
| Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/JEMBATAN-GANTUNG-RUSAK-di-Kampung-Bobos-Sumedang-1.jpg)