Jembatan Gantung di Surian Rusak
Perbaikan Jembatan Gantung di Bobos Sumedang Sudah Dimulai, Kerja Sama TNI–Warga
Perbaikan jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cikandung, Dusun Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, mulai dilakukan
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- TNI dan warga mulai perbaiki jembatan gantung Cikandung lewat Program Jembatan Garuda sejak 20 Jan
- Jembatan rusak akibat tanah labil, sebelumnya sempat dibangun 2023 usai video Babinsa viral
- Akses terputus 2 tahun berdampak pada sekolah dan layanan kesehatan warga Dusun Bobos
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Perbaikan jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cikandung, Dusun Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, mulai dilakukan melalui kolaborasi TNI dan warga. Perbaikan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda dan telah berlangsung sejak Selasa (20/1/2026).
Hingga Rabu (21/1/2026), pengerjaan jembatan telah memasuki hari kedua. Program ini menjadi upaya lanjutan untuk memulihkan akses warga yang kembali terputus setelah jembatan gantung sebelumnya rusak akibat kondisi tanah yang labil.
Dimulainya perbaikan jembatan ini turut mengingatkan publik pada sebuah video lama yang kembali beredar di media sosial.
Video tersebut menampilkan Babinsa Desa Wanajaya, Sertu Deni Romdoni, menggendong seorang anak sekolah dasar berseragam SD Negeri saat menyeberangi Sungai Cikandung dengan menerjang arus.
“Ya itu dulu sebelum dibangun jembatan. Jadi yang sekolah dari RT Pasirhuni ke sini, ke Bobos, ke bawah turun lewat sungai,” ujar Sertu Deni Romdoni, menjelaskan konteks video tersebut, Rabu.
Baca juga: Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak
Menurut Deni, peristiwa dalam video itu terjadi sebelum adanya jembatan gantung yang dibangun pada 2023.
Saat itu, anak-anak sekolah dari wilayah seberang sungai terpaksa menyeberang langsung melalui Sungai Cikandung untuk mencapai sekolah.
Setelah video tersebut ramai dan menyedot perhatian publik, pada 2023 dibangunlah jembatan gantung melalui kerja sama komunitas Vertical Rescue Indonesia (VRI) dengan TNI.
Jembatan itu diresmikan pada November 2023 dan sempat menjadi akses utama warga.
Namun, jembatan tersebut tidak bertahan lama. Faktor alam kembali menjadi kendala utama.
“Masalahnya di alam. Tanahnya labil, sehingga jembatan gantung itu rusak lagi,” kata Deni.
Baca juga: Imbas Jembatan Gantung Rusak, Warga Bobos Sumedang Berobat dan Sekolah ke Kecamatan Tetangga
Seiring rusaknya jembatan, berbagai upaya pengajuan bantuan kembali dilakukan. Permohonan disampaikan ke sejumlah pihak, mulai dari pimpinan TNI hingga pemerintah daerah. Dari rangkaian pengajuan tersebut, bantuan yang terealisasi datang melalui TNI dengan Program Jembatan Garuda.
“Diajukan lagi ke KASAD, ke Brimob, ke Pemkab. Yang keluar akhirnya dari TNI lewat Program Jembatan Garuda,” ujarnya.
| Pemkab Sumedang Minta Maaf kepada Warga Kampung Bobos Surian, Janjikan Jembatan Permanen |
|
|---|
| Kades Nilai Pemkab Sumedang Abai, Perbaikan Jembatan Gantung Bobos Surian Justru Ditangani TNI |
|
|---|
| Imbas Jembatan Gantung Rusak, Warga Bobos Sumedang Berobat dan Sekolah ke Kecamatan Tetangga |
|
|---|
| Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/JEMBATAN-GANTUNG-RUSAK-di-Kampung-Bobos-Sumedang-1.jpg)