Kamis, 9 April 2026

Jembatan Gantung di Surian Rusak

Perbaikan Jembatan Gantung di Bobos Sumedang Sudah Dimulai, Kerja Sama TNI–Warga

Perbaikan jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cikandung, Dusun Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, mulai dilakukan

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Pemdes Wanajaya
JEMBATAN GANTUNG RUSAK - Seorang warga nekat menyeberang jembatan gantung yang rusak melintasi Sungai Cikandung, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, pekan lalu. 

Ringkasan Berita:
  • TNI dan warga mulai perbaiki jembatan gantung Cikandung lewat Program Jembatan Garuda sejak 20 Jan
  • Jembatan rusak akibat tanah labil, sebelumnya sempat dibangun 2023 usai video Babinsa viral
  • Akses terputus 2 tahun berdampak pada sekolah dan layanan kesehatan warga Dusun Bobos
 

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Perbaikan jembatan gantung yang melintang di atas Sungai Cikandung, Dusun Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, mulai dilakukan melalui kolaborasi TNI dan warga. Perbaikan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda dan telah berlangsung sejak Selasa (20/1/2026).

Hingga Rabu (21/1/2026), pengerjaan jembatan telah memasuki hari kedua. Program ini menjadi upaya lanjutan untuk memulihkan akses warga yang kembali terputus setelah jembatan gantung sebelumnya rusak akibat kondisi tanah yang labil.

Dimulainya perbaikan jembatan ini turut mengingatkan publik pada sebuah video lama yang kembali beredar di media sosial. 

Video tersebut menampilkan Babinsa Desa Wanajaya, Sertu Deni Romdoni, menggendong seorang anak sekolah dasar berseragam SD Negeri saat menyeberangi Sungai Cikandung dengan menerjang arus.

“Ya itu dulu sebelum dibangun jembatan. Jadi yang sekolah dari RT Pasirhuni ke sini, ke Bobos, ke bawah turun lewat sungai,” ujar Sertu Deni Romdoni, menjelaskan konteks video tersebut, Rabu. 

Baca juga: Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak

Menurut Deni, peristiwa dalam video itu terjadi sebelum adanya jembatan gantung yang dibangun pada 2023.

Saat itu, anak-anak sekolah dari wilayah seberang sungai terpaksa menyeberang langsung melalui Sungai Cikandung untuk mencapai sekolah.

Setelah video tersebut ramai dan menyedot perhatian publik, pada 2023 dibangunlah jembatan gantung melalui kerja sama komunitas Vertical Rescue Indonesia (VRI) dengan TNI

Jembatan itu diresmikan pada November 2023 dan sempat menjadi akses utama warga.

Namun, jembatan tersebut tidak bertahan lama. Faktor alam kembali menjadi kendala utama.

“Masalahnya di alam. Tanahnya labil, sehingga jembatan gantung itu rusak lagi,” kata Deni.

Baca juga: Imbas Jembatan Gantung Rusak, Warga Bobos Sumedang Berobat dan Sekolah ke Kecamatan Tetangga

Seiring rusaknya jembatan, berbagai upaya pengajuan bantuan kembali dilakukan. Permohonan disampaikan ke sejumlah pihak, mulai dari pimpinan TNI hingga pemerintah daerah. Dari rangkaian pengajuan tersebut, bantuan yang terealisasi datang melalui TNI dengan Program Jembatan Garuda.

“Diajukan lagi ke KASAD, ke Brimob, ke Pemkab. Yang keluar akhirnya dari TNI lewat Program Jembatan Garuda,” ujarnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved