Selasa, 28 April 2026

Kue MBG di Parigi Pangandaran Ditemukan Berjamur, Orang Tua Minta Dapur Diganti

Menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa kue kudapan kering untuk siswa TK dan MI di Kecamatan Parigi, Pangandaran, menuai kekecewaan.

Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
istimewa
BERJAMUR - Menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa kudapan kering untuk siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menuai kekecewaan. Kue putu ayu yang diterima penerima manfaat sudah dalam keadaan berjamur. 

Ringkasan Berita:
  • Menu MBG di TK swasta Kecamatan Parigi ditemukan berjamur dan basi, memicu kekecewaan orang tua.
  • Jatah dua hari (putu ayu, roti, susu, pisang mentah) dinilai tak layak; keluhan serupa disebut pernah terjadi.
  • Pihak SPPG akui laporan, minta makanan tak dikonsumsi dan janji mengganti.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa kue kudapan kering untuk siswa TK dan MI di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, menuai kekecewaan.

Pasalnya, satu menu yang dibagikan kepada siswa ditemukan dalam kondisi berjamur dan sudah basi. Peristiwa tersebut terjadi di satu TK swasta di Kecamatan Parigi

Berdasarkan video viral berdurasi 13 detik yang beredar, terlihat kue putu ayu yang menjadi bagian dari menu MBG itu sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi karena berjamur.

Seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa atas adanya menu tidak layak dari program MBG tersebut. 

Baca juga: Menu Hanya Pisang, Abon, dan Susu Kemasan, Orang Tua Keluhkan Program MBG di Tasikmalaya

Ia menilai makanan yang diberikan kepada anak-anak tidak memenuhi standar kelayakan.

"Ieu mah teu kira-kira (tidak kira-kira), masa untuk anak kecil dikasih kue yang sudah berjamur dan basi," ujarnya dengan nada kecewa di Parigi, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Menurutnya, menu MBG yang dibagikan untuk jatah dua hari terdiri atas kue putu ayu, roti pizza, dua kotak susu kemasan full cream, serta pisang mentah. 

Ia menyayangkan kualitas makanan yang diterima siswa."Catatannya lagi, untuk dua hari dikasih kue basi dan pisang mentah. Sudah tidak rasional menunya," katanya.

Ia pun menyebut, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, kata dia, persoalan ditemukan pada kualitas buah yang dibagikan.

Kondisi kue yang berjamur diketahui sesaat setelah makanan diterima. Informasi serupa juga disampaikan oleh orang tua lainnya melalui grup WhatsApp sekolah.

"Kirain cuma saya saja, pas cek grup WA ternyata semua juga sama. Sangat menyayangkan, dan kami harap pindah dapur saja. Sudah ada yang melaporkan," ucapnya.

Diketahui, MBG tersebut dipasok dari dapur SPPG yang berada di wilayah Desa Parigi, Kecamatan Parigi.

Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Pangandaran, Virgin Kristina, membenarkan adanya kejadian tersebut di dapur MBG wilayah Parigi

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved