Senin, 27 April 2026

Pangandaran Terancam Gempa Megathrust dan Tsunami, BPBD Gelar Mitigasi Bencana

BPBD Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan mitigasi bencana gempa bumi, tsunami, dan potensi megathrust

Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
istimewa/Dok/Dodo Kalak BPBD Kabupaten Pangandaran,
MITIGASI BENCANA GEMPA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan mitigasi bencana gempa bumi, tsunami, dan potensi megathrust dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKB) di Bumi Perkemahan Pramuka Pamugaran, Pangandaran, Minggu (26/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan mitigasi bencana gempa bumi, tsunami, dan potensi megathrust dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKB). 
  • Rangkaian acara tersebut diawali dengan pelaksanaan upacara HKB yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
  • Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya gempa bumi, tsunami, dan megathrust.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan mitigasi bencana gempa bumi, tsunami, dan potensi megathrust dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKB). 

Kegiatan yang diikuti oleh anggota BPBD, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan puluhan anak-anak Pramuka ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Pramuka Pamugaran, Pangandaran, Minggu (26/4/2026).

Rangkaian acara tersebut diawali dengan pelaksanaan upacara HKB yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya gempa bumi, tsunami, dan megathrust.

"Dalam momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional ini, kami melakukan sosialisasi dan edukasi kepada FKDM dan anak-anak Pramuka terkait mitigasi bencana. Termasuk kewaspadaan terhadap gempa bumi, tsunami, dan potensi megathrust," ujar Dodo dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu siang.

Baca juga: Viman Sebut Ada 83 Kejadian Bencana yang Melanda Kota Tasikmalaya

Baca juga: Peringati HKB, Papeditas Tasik Hadirkan Anak Difabel Ikuti Simulasi Bencana

Tentu, keterlibatan generasi muda, khususnya anggota Pramuka, diharapkan dapat menjadi agen penyebar informasi kepada masyarakat luas mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Kami berharap anak-anak Pramuka yang hadir dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan serta langkah-langkah mitigasi, termasuk praktik evakuasi bagi warga yang berpotensi terdampak," katanya.

Selain itu, Ia menyampaikan, pemerintah daerah pun secara rutin menggelar simulasi kebencanaan setiap tanggal 26 dengan menyalakan sirene peringatan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar selalu siap siaga.

Kemudian, pihaknya pun terus melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah, khususnya tingkat SMA dan SMK, untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai ancaman bencana alam.

"Kami secara berkelanjutan menyisir sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi terkait gempa bumi, tsunami, dan megathrust. Edukasi ini penting karena kita tidak pernah tahu kapan bencana akan terjadi," ucap Dodo.

Dodo berharap, masyarakat Pangandaran semakin waspada dan memiliki kesiapan dalam menghadapi potensi bencana apapun.

"Ya, terutama potensi megathrust, sehingga masyarakat dapat meminimalisasi risiko dan dampaknya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pangandaran pernah dilanda gempa bumi dan tsunami Pangandaran pada 17 Juli 2026.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved