Rakor BGN di Pangandaran Tertutup bagi Jurnalis, Menuai Sorotan
Kegiatan koordinasi dan evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Pangandaran menuai sorotan.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Rapat koordinasi dan evaluasi SPPG BGN di Pangandaran digelar tertutup tanpa akses media.
- Acara dihadiri Forkopimda dan dinas, dipimpin deputi, fokus koordinasi dan evaluasi program gizi Jawa Barat.
- Karena kegiatan tertutup untuk media, sehingga memicu kritik.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kegiatan koordinasi dan evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Pangandaran menuai sorotan.
Pasalnya, agenda yang berlangsung di aula hotel Laut Biru Resort Pangandaran itu tertutup dari akses media.
Acara yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026 itu menghadirkan sejumlah unsur penting, mulai dari Forkopimda hingga dinas terkait.
Informasi yang diterima, kegiatan tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, dengan agenda utama koordinasi serta evaluasi pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah Jawa Barat.
Namun di balik pentingnya agenda itu, sejumlah awak media yang datang ke lokasi tidak mendapat ruang untuk melakukan peliputan secara langsung.
"Ini kegiatan menyangkut kepentingan publik, tapi kenapa justru tertutup?" ujar Ibil seorang jurnalis regional di depan hotel tersebut.
Baca juga: Kadisdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tidak Takut Tolak MBG Tak Layak Konsumsi
Beberapa jurnalis di antaranya mencoba meminta penjelasan kepada panitia terkait pembatasan akses tersebut.
"Ini agenda internal. Nanti hasil rapat dari pimpinan. Kalau kami staf hanya menjalankan tugas," kata Syam Oza satu panitia pelaksana memberikan penjelasan kepada sejumlah jurnalis.
Meskipun demikian, kondisi ini memunculkan tanda tanya besar, mengingat kegiatan yang berkaitan dengan program gizi nasional yang idealnya terbuka untuk publik.
Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran, Tian Kadarisman, mengkritik pedas terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) yang menutup akses peliputan langsung sejumlah awak media massa.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di Tasikmalaya Sudah Dipulangkan, Dinkes Tunggu Hasil Lab
Berdasarkan surat undangan resmi nomor 1317/D.TWS/04/2026 dan 1450/D.TWS/WIL.II/04/2026, agenda itu dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN serta dihadiri mitra dapur (SPPG) dari wilayah Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.
"Ini sangat ironis dan memalukan. Pejabat yang datang adalah Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, tapi justru mereka menutup diri dari pantauan publik dan pengawasan media. Jika fungsi pengawasan internal mereka saja eksklusif dan tertutup, bagaimana rakyat bisa percaya bahwa program MBG ini bebas dari penyimpangan?" kata Tian.
Tian menilai, ketidakterbukaan BGN dalam rapat evaluasi ini semakin memperkuat kecurigaan publik di tengah banyaknya sorotan negatif terhadap program MBG.
| Tarif Baru Naik Banana Boat dan Permainan Lainnya di Water Sport Pangandaran |
|
|---|
| PMI Asal Kalipucang Pangandaran Mengaku Disiksa dan Kerja Paksa di Kamboja, Minta Tolong Pemerintah |
|
|---|
| Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Pangandaran Fokus Akselerasi Ekonomi Berbasis Wisata |
|
|---|
| Pangandaran Disiapkan Jadi Destinasi Kelas Dunia, Banyak Diminati Wisatawan Eropa |
|
|---|
| Kadisdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tidak Takut Tolak MBG Tak Layak Konsumsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/rakor-bgn-pangandaran-1.jpg)