PMI Asal Pangandaran Telantar
PMI Asal Pangandaran yang Sempat Telantar di Kamboja, Bisa Pulang ke Kampung
Sempat telantar di penampungan di Kamboja, Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya bisa pulang ke kampung halaman
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Ringkasan Berita:
- Sempat telantar di penampungan di Kamboja, Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya.
- Diketahui, PMI itu bernama Agus Hidayat (37), warga Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
- Agus sampai di Jakarta, kemungkinan pada Minggu (12/4/2026) malam nanti. Untuk biaya tiket pesawatnya, itu berasal dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Sempat telantar di penampungan di Kamboja, Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya.
Diketahui, PMI itu bernama Agus Hidayat (37), warga Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi, bersyukur satu warganya yang terlantar di Kamboja sekarang bisa pulang ke Indonesia.
"Insyaallah, kami juga dari pemerintah desa menugaskan sopir mobil untuk menjemput ke Bandara Sukarno Hatta," ujar Andi kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (12/4/2026) siang.
Agus sampai di Jakarta, kemungkinan pada Minggu (12/4/2026) malam nanti. Untuk biaya tiket pesawatnya, itu berasal dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pangandaran.
"Kalau untuk penjemputan ke Bandara Sukarno Hatta, itu anggaran dari Pemerintah Desa Pamotan," katanya.
Sementara itu, Agus Hidayat, mengaku saat ini dirinya sudah berada di Bandar Udara Internasional Techo (KTI/VDTI) di Provinsi Kandal, Kamboja.
"Ini saya sudah berada di sekitar Bandara. Lagi nunggu tiketnya," ucap Agus.
Baca juga: PMI Asal Kalipucang Pangandaran Mengaku Disiksa dan Kerja Paksa di Kamboja, Minta Tolong Pemerintah
Baca juga: BP3MI Jabar Ungkap Kamboja Bukan Negara Penempatan Resmi Pekerja Migran
Diberitakan sebelumnya, Agus melalui pesan WhatsApp yang diterima pada Jumat (10/4/2026), menyampaikan permohonan bantuan ke pemerintah karena tidak memiliki biaya untuk membeli tiket pulang ke Indonesia.
"Pak, saya warga Pangandaran Kalipucang minta bantuan ingin pulang ke kampung. Tidak punya uang untuk beli tiket. Saya di Kamboja karena agen tidak bertanggung jawab," tulis Agus dalam pesannya.
Agus mengaku sudah berada di lokasi penampungan di Kamboja selama kurang lebih tiga bulan tanpa kepastian.
Ia pun menyebut sempat mendapatkan tawaran tiket subsidi, namun tetap tidak mampu membayarnya.
Agus pun sudah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, bantuan yang diberikan baru sebatas pengurusan dokumen seperti paspor dan visa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Agus-Hidayat-Telantar.jpg)