Khawatir Kena Tipu Modus E-Tilang, Warga Garut Pilih Blokir Langsung Panggilan Tak Dikenal
warga Garut, Jawa Barat mengeluhkan maraknya pesan singkat melalui nomor seluler dengan modus tilang elektronik padahal penipuan
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Machmud Mubarok
Ringkasan Berita:
- Warga Garut mengeluhkan maraknya pesan SMS dan panggilan telepon berisi pemberitahuan tilang elektronik (ETLE) yang disertai tautan unduhan, diduga sebagai modus penipuan.
- Polisi menegaskan mekanisme resmi ETLE tidak pernah meminta masyarakat mengunduh atau menginstal berkas apa pun.
- Surat tilang ETLE resmi dikirim melalui surat tercetak ke alamat pemilik kendaraan atau notifikasi WhatsApp dari nomor resmi Korlantas Polri yang terverifikasi.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Sejumlah warga Garut, Jawa Barat mengeluhkan maraknya pesan singkat melalui nomor seluler yang menyisipkan pesan pembayaran dengan berkas yang harus diunduh penerima.
Pesan tersebut diindikasikan sebagai pesan penipuan yang memanfaatkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic enforcement (etle) di Garut yang belum lama dipasang dan tengah disosialisasikan.
"Saya sudah berkali-kali mendapatkan pesan tilang elektronik, kemudian dikasih link untuk didownload, tak saya turuti," ujar Redi Lukman (34) seorang driver ojek online asal Garut Kota kepada Tribunjabar.id, Kamis (18/12/2025).
Ia memilih tak mengindahkan pesan tersebut lantaran nomor pengirim menggunakan nomor seluler atau bukan nomor dari instansi resmi.
Redi khawatir menjadi korban penipuan online jika dirinya mengakses tautan tersebut.
"Ya takutnya kan kayak yang sudah-sudah, karena teman saya banyak yang kena scaming online karena mengakses link tak jelas," ungkapnya.
Baca juga: Operasi Zebra Lodaya 2023 Akan Digelar Awal September di Tasikmalaya, Sanksi Masih Tilang Elektronik
Baca juga: Operasi Patuh Lodaya 2023 di Tasikmalaya Gunakan Tilang Elektronik, Dilakukan dengan Sistem Mobile
Hal yang sama juga dikatan oleh Husnina (30) seorang staf di salah satu kampus di Garut. Ia menyebut pernah berulang kali menerima panggilan telpon dari nomor tak dikenal.
Penelepon itu ucapnya mengaku dari pihak kepolisian yang kemudian memberitahukan bahwa dirinya melanggar lalu lintas.
"Orangnya nelponan terus, ngasih tau saya bahwa saya kena tilang dan harus mengakses pesan di SMS, saya cek ada link dan pengirimannya pun tak jelas," ungkapnya.
Ia pun sempat mengkonfirmasi langsung ke Satlantas Polres Garut, lantaran setiap hari melewati Jalan Cimanuk sebagai salah satu spot sistem tilang elektronik.
Hasilnya Husnina tidak pernah masuk ke daftar tilang elektronik.
"Jadi ya sekarang mah saya lebih memilih blokir langsung panggilan nomor tak dikenal, karena cukup mengganggu setiap hari bisa lebih dari 10 nomor baru yang nelpon," ungkapnya.
Kasatlantas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan bahwa Polres Garut dalam beberapa pekan terakhir menerima banyak laporan atas upaya penipuan berkedok tilang elektronik.
| 2 Ribu Lebih Warga Pangandaran Lapor ke Polres karena Merasa Tertipu Investasi MBA |
|
|---|
| Penjelasan Lengkap Kuasa Hukum Wagub Jabar Soal Pinjaman Rp 3 Miliar dari Pengusaha Karawang |
|
|---|
| Waspada Penipuan Bantuan Pertanian! Distan Sumedang Tegaskan Semua Bantuan Gratis, Tak Ada Pungutan |
|
|---|
| Marak Penipuan Daring Uang Proyek hingga Ancaman Cabut Izin Kios Pupuk Subsidi di Sumedang |
|
|---|
| Nama Kepala Dinas Pertanian Sumedang Dicatut, Modus Minta Uang Agar Alsintan Diberikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/E-tilang-Garut.jpg)