Jumat, 17 April 2026

Keracunan MBG di Ciamis

Pemkab Ciamis Minta BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG Usai Kasus Dugaan Keracunan di Kawali

Pemkab Ciamis akan memperketat pengawasan terhadap dapur pengolah Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden dugaan keracunan di Kawali

|
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
BUPATI JENGUK KORBAN - Momen Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya (baju merah) saat mengunjungi para siswa yang sedang dirawat setelah merasakan gejala keracunan usai menyantap menu MBG di Kawali Ciamis, Jumat (3/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis memastikan akan memperketat pengawasan terhadap dapur pengolah Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul insiden dugaan keracunan yang menimpa belasan siswa di Kecamatan Kawali, Jumat (3/10/2025).

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya langsung meninjau kondisi korban di Puskesmas Kawali usai pulang dari dinas luar kota. 

Ia menegaskan, program MBG merupakan langkah baik pemerintah dalam meningkatkan gizi anak, namun harus diimbangi dengan pengelolaan makanan yang higienis dan aman.

“Program ini sangat bermanfaat, tapi jangan sampai justru membahayakan anak-anak. Kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan harus jadi prioritas utama,” tegasnya.

Data sementara mencatat 14 siswa terdampak dari dua sekolah penerima MBG.

 Di SDN 1 Sindangsari, 12 siswa mengalami gejala mual dan sakit perut, dengan 10 masih dirawat. 

Sementara di MI PUI Pogorsari, dua siswa yang sempat dirawat kini sudah pulih.

Herdiat meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur pengolah di daerah. 

“SPPG harus benar-benar disiplin menjalankan SOP. Ini soal tanggung jawab, bukan hanya mencari keuntungan,” katanya.

Baca juga: Jumlah Siswa Diduga Keracunan MBG di Kawali Bertambah Jadi 13 Orang

Baca juga: Jumlah Murid Keracunan MBG di SDN 1 Sindangsari 10 Siswa, Dinkes Ciamis Kumpulkan Sampel Makanan

Pihak medis bersama dinas terkait masih melakukan penelusuran penyebab dugaan keracunan, termasuk pengambilan sampel makanan. 

Pemerintah daerah menegaskan akan memastikan pemulihan siswa terdampak sekaligus menjamin keberlangsungan program MBG yang aman bagi seluruh pelajar.

Korban dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa sekolah dasar di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, kembali bertambah.

Hingga Jumat (3/10/2025) sore, total tercatat ada 13 anak yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Kawali.

Kepala Puskesmas Kawali, Aang Kurniawan, menyebut awalnya hanya ada 12 pasien yang masuk. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved