Jenguk Korban Kecelakaan Minibus di Perlintasan Kereta Api, Bupati Herdiat: Saya Doakan Segera Pulih

Kedua korban dirawat di IGD RSUD Ciamis setelah kendaraan yang mereka tumpangi tertabrak kereta api.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Istimewa/Yopi
JENGUK KORBAN - Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya (kacamata dan berpeci) ketika menjenguk korban yang tertabrak kereta api di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis pada Kamis (6/3/2025) malam. Herdiat mendokan kedua korban yang merupakan pasangan suami-istri supaya dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, bersama istrinya, menyempatkan diri menjenguk pasangan suami-istri yang menjadi korban kecelakaan minibus di perlintasan kereta api di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis pada Kamis (6/3/2025) malam.

Kedua korban dirawat di IGD RSUD Ciamis setelah kendaraan yang mereka tumpangi tertabrak kereta api.

Dalam kunjungannya, Bupati memberikan doa serta dukungan moril kepada Muchfad Sefri dan istrinya, Nia Anita, supaya dapat segera pulih dari luka yang mereka alami.

Baca juga: Minibus Tertabrak Kereta Api di Ciamis Terpental hingga 15 Meter, Ini Kronologi Kecelakaan

"Saya mendoakan keduanya agar segera pulih dan tentunya bisa kembali beraktivitas seperti semula," kata Herdiat.

Kemudian, Herdiat juga berdialog dengan tim medis untuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang optimal.

Adapun kronologi kecelakaan bermula ketika minibus jenis Honda Freed yang ditumpangi korban melintasi rel tanpa penjagaan.

Menurut kesaksian warga, kendaraan tiba-tiba berhenti di tengah perlintasan kereta, hingga akhirnya mobil korban tersambar kereta api dan terhempas sekitar 15 meter.

PAK HERDIAT LAGI JENGUK YAYAYA
JENGUK KORBAN - Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya (kacamata dan berpeci) ketika menjenguk korban yang tertabrak kereta api di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis pada Kamis (6/3/2025) malam. Herdiat mendokan kedua korban yang merupakan pasangan suami-istri supaya dapat segera pulih dan kembali beraktivitas.

Sang sopir bahkan sempat terjepit sebelum berhasil diselamatkan oleh warga di lokasi kejadian.

Meski selamat, korban mengalami luka di kepala dan bahu akibat benturan keras.

Sang istri mengalami luka memar di dahi, sementara suaminya harus dibantu oksigen untuk pernafasan.

Pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian ini, termasuk dugaan kelalaian dalam pengamanan perlintasan yang diketahui memiliki palang pintu, namun diduga tidak dijaga saat kejadian. 

Sementara pemerintah daerah berencana berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api guna mencegah insiden serupa.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved