Minggu, 10 Mei 2026

Sekolah Rakyat di Ciamis

Dinsos Ciamis Siapkan 2 SMP Negeri Jadi Lokasi Sekolah Rakyat Rintisan Program Presiden Prabowo

Kabupaten Ciamis bersiap menjadi salah satu daerah yang akan menghadirkan Sekolah Rakyat Rintisan, rencana lokasi di 2 SMP Negeri

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
SEKOLAH RAKYAT - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan dua lokasi sebagai alternatif tempat pelaksanaan sekolah rakyat rintisan, yakni di SMP Negeri 6 Ciamis dan SMP Negeri 7 Ciamis. 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Ciamis bersiap menjadi salah satu daerah pelaksana Sekolah Rakyat Rintisan
  • Diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok ekonomi terbawah
  • Sistem asrama penuh dengan seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara
  • Akan menampung siswa SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks terpadu berkapasitas hingga 1.000 siswa.

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kabupaten Ciamis bersiap menjadi salah satu daerah yang akan menghadirkan Sekolah Rakyat Rintisan, program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan pendidikan di Indonesia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan dua lokasi sebagai alternatif tempat pelaksanaan sekolah rakyat rintisan, yakni di SMP Negeri 6 Ciamis dan SMP Negeri 7 Ciamis.

“Pengusulan ini sudah melalui persetujuan Bupati dan kini dalam tahap proses administrasi. Kami sudah lakukan survei awal, tinggal menunggu verifikasi dari Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat serta hasil survei Kementerian PUPR,” ujar Ihsan saat ditemui di ruangannya, Jumat (31/10/2025) sore.

Menurut Ihsan, program sekolah rakyat ini merupakan langkah cepat Presiden Prabowo dalam memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu, khususnya dari kelompok desil 1 dan 2 atau masyarakat berpenghasilan terendah.

"Seleksinya bukan akademik, tapi berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Anak-anak dari keluarga miskin akan diprioritaskan,” jelasnya.

Ihsan menuturkan, konsep sekolah rakyat mengusung sistem asrama penuh di mana seluruh kebutuhan siswa ditanggung oleh negara.

“Mereka akan diasramakan, mendapat makan tiga kali sehari, delapan setel seragam, dan fasilitas belajar lengkap. Semua pembiayaan ditanggung Kementerian Sosial,” tambahnya.

Baca juga: Puluhan Pelajar Sekolah Rakyat Kota Tasik Masih Adaptasi Hidup di Asrama

Baca juga: 165 Sekolah Rakyat Sudah Aktif KBM, Gus Ipul: Mendidik Murid SD Harus Sabar

Program ini menargetkan 200 titik sekolah rakyat di seluruh Indonesia.

Saat ini, sebanyak 164–165 titik sudah berjalan, sementara 27 daerah lainnya sedang dalam proses pendaftaran susulan, termasuk Kabupaten Ciamis.

Jika disetujui, sekolah rakyat rintisan di Ciamis akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. 

Nantinya, sekolah ini akan menampung siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks pendidikan terpadu dengan kapasitas hingga 1.000 siswa.

Lebih lanjut, tenaga pengajar di sekolah rakyat akan diprioritaskan dari guru P3K bersertifikat PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang belum memiliki tempat mengajar, sehingga siap langsung diterjunkan untuk mendidik para siswa.

Ihsan menegaskan, keberadaan sekolah rakyat rintisan ini diharapkan menjadi solusi nyata terhadap masalah kemiskinan dan anak putus sekolah.

"Konsepnya adalah menyentuh akar persoalan kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak miskin atau putus sekolah akan difasilitasi penuh agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Tentang Sekolah Rakyat

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved