Pengabdian Kader TBC Ciamis
Kisah Pengabdian Elah Mudrikah, Kader TBC Ciamis Pernah Jaminkan KTP di RSUD Demi Pasien
Delapan tahun sudah Elah Mudrikah (40) menjadi kader TBC di Puskesmas Baregbeg, Ciamis, tanpa gaji tanpa asuransi tanpa jaminan sosial
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Delapan tahun sudah Elah Mudrikah (40) menjadi kader TBC di Puskesmas Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Bukan karena gaji atau penghargaan yang membuat Elah bertahan, tetapi karena rasa kemanusiaan dan tekad untuk membantu sesama yang berjuang melawan penyakit menular, yakni Tuberkulosis (TBC).
Setiap kali ada warga terduga TBC, nama Elah selalu muncul dalam daftar kunjungan lapangan.
Ia akan berangkat menembus gang-gang desa, membawa botol sampel dahak, masker, dan keberanian.
Kadang dengan motor butut milik suaminya, sering juga dengan uang bensin dari kantong sendiri.
“Kalau ada pasien baru, saya harus segera ke rumahnya untuk investigasi kontak. Kadang sampai malam, apalagi kalau keluarganya menolak diperiksa,” tuturnya, Kamis (30/10/2025).
Sejak 2017, Elah menjadi ujung tombak program TBC di wilayahnya.
Baca juga: Hari TBC Sedunia, Dokter RSUD Pandega Beri Sosialisasi Penyembuhan
Baca juga: Peringati HKN ke-59, Herdiat Menyoroti Kasus HIV/AIDS dan TBC di Ciamis yang Tinggi
Namun di balik tugas berat itu, tidak ada gaji tetap, tidak ada asuransi, dan tidak ada jaminan sosial.
Ia hanya mendapat reward dari lembaga nirlaba Penabulu, mitra Stop TB Partnership Indonesia (STPI), sebesar Rp 10 ribu untuk setiap suspek dan Rp 40 ribu jika hasilnya positif.
“Insentif dari desa atau puskesmas tidak ada, hanya reward itu saja. Tapi saya tetap jalani, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mau turun langsung?” ujarnya dengan nada pelan.
Suatu ketika, Elah harus menemani pasien TBC yang mengalami sesak napas parah ke RSUD Ciamis.
Namun keluarga pasien tak memiliki BPJS atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Obat TBC memang gratis, namun biaya kamar, infus, dan oksigen tetap harus dibayar.
“Kasihan, keluarganya tidak punya uang. Akhirnya KTP saya yang ditahan di kasir rumah sakit, supaya pasien bisa dirawat,” kenangnya lirih.
Kejadian itu bukan satu-satunya bentuk pengorbanan Elah. Ia sering menanggung biaya bensin dan pulsa sendiri untuk memastikan pasien tidak putus obat.
Elah Mudrikah
pengabdian
KTP
pasien
Cibaregbeg
Kabupaten Ciamis
gaji
Kartu Indonesia Sehat
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis
| Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat M3,4 Guncang Sukabumi Senin Malam, Guncangannya Terasa di Cidolog |
|
|---|
| 10 Link Template Foto Capcut Hari Kartini 2026, Eksplor Kebaya Cantikmu di Sosmed |
|
|---|
| Klasemen Super League Jika Persib Bandung Kalah dari Dewa United, Selisih 1 Poin dengan Borneo FC |
|
|---|
| Pedagang Menjerit karena Minyakita Hilang dari Pasar Ciamis |
|
|---|
| 7 Naskah Bacaan Doa Upacara Hari Kartini 2026 Menyentuh Hati, Cocok untuk Instansi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Elah-Mudrikah_3010.jpg)