Minibus Tertabrak Kereta Api di Ciamis Terpental hingga 15 Meter, Ini Kronologi Kecelakaan

Dua penumpang yang merupakan pasangan suami istri itu hanya mengalami luka ringan meskipun mobil mereka mengalami kerusakan parah.

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Istimewa/Warga
TERTABRAK KERETA API - Kondisi minibus jenis Honda Freed setalah tertabrak kereta api di perlintasan di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis pada Kamis (6/3/2025) malam sekitar pukul 20.25 WIB. Kronologi kecelakaan bermula ketika mobil tersebut datang dari arah utara dan hendak melintasi rel kereta api. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api di Jalan Benteng, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis pada Kamis (6/3/2025) malam sekitar pukul 20.25 WIB. 

Sebuah mobil minibus jenis Honda Freed berwarna hitam tertabrak kereta api Turangga yang melintas dengan kecepatan tinggi dan membuat mobil terpental sejauh 15 meter.

Beruntung, dua penumpang yang merupakan pasangan suami istri itu hanya mengalami luka ringan meskipun mobil mereka mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Grebek Pasar Ala Polres Ciamis: Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial untuk Warga

Menurut keterangan saksi mata, Rusna Apriatna, kronologi bermula ketika mobil tersebut datang dari arah utara dan hendak melintasi rel kereta api.

Warga sekitar yang melihat situasi itu berusaha memperingatkan pengemudi karena dari arah barat terlihat kereta api tengah melaju dengan kecepatan tinggi.

"Beberapa warga sudah meneriaki agar pengemudi berhenti karena kereta mendekat. Bahkan, ada pengendara motor di seberang rel yang sudah memberi kode. Tapi, mobil tetap melaju. Setelah klakson kereta berbunyi keras, mobil sempat berhenti, tapi sudah terlambat. Bagian depan mobil tersambar dan terlempar sekitar 15 meter," jelas Rusna, Jumat (7/3/2025) dini hari.

Baca juga: Revitalisasi Situ Lengkong Panjalu Tuai Polemik, Warga Desak Kejelasan ke DPRD Ciamis

Dugaan sementara, pengemudi kurang berkonsentrasi saat melintasi rel, sehingga tidak menyadari peringatan dari warga sekitar. 

Beruntung, benturan keras itu tidak sampai merenggut nyawa. 

Kedua penumpang yang berasal dari Babakan Cilame ini berhasil selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Ciamis terdekat untuk mendapatkan perawatan.

"Alhamdulillah, korban hanya luka ringan. Kalau melihat kondisi mobilnya, ini benar-benar keajaiban karena tabrakan cukup keras," tambah Rusna.

Salah satu faktor yang diduga turut menyebabkan kecelakaan ini adalah perlintasan kereta api yang saat itu tidak dijaga.

Menurut informasi dari warga, petugas yang menjaga perlintasan sedang melaksanakan ibadah salat tarawih, sehingga palang pintu tidak tertutup. 

Hal ini membuat pengemudi harus lebih mandiri dalam mengambil keputusan saat melintas.

Perlintasan kereta api tanpa penjagaan sering kali menjadi titik rawan kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat petugas sedang berhalangan. 

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kecelakaan ini. 

Namun, kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintasi perlintasan kereta api yang tidak memiliki sistem pengamanan otomatis.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved