Senin, 27 April 2026

Begini Saran Kang Ace Agar Penurunan Angka Stunting Dapat Meningkat

Begini Saran Kang Ace Kepada Pemerintah Agar Penurunan Stunting Dapat Meningkat, Gencarkan PKH

Ist
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily menyampaikan materi Penguatan Kapasitas SDM PKH Kabupaten Bandung Barat di Grand Mercure Setiabudi Lembang, Kamis (25/5/2023). 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mendorong pemerintah dapat meningkatkan program bantuan sosial termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurutnya, peningkatan program tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting yang masih cukup tinggi.

“Kami di Komisi VIII terus berupaya agar bantuan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa ditingkatkan. Sumber Daya Manusia (SDM) PKH juga harus semakin diperkuat agar upaya untuk membangun pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19 bisa berjalan dengan baik sesuai harapan,” ujar Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan materi Penguatan Kapasitas SDM PKH Kabupaten Bandung Barat di Grand Mercure Setiabudi Lembang, Kamis (25/5/2023).

Baca juga: Fokus Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Jabar dan Tribun Jabar Gelar Charity Walk and Run 2023

Dikatakan Ace, angka stunting masih tinggi, karena itu Ia mengajak para pendamping PKH bisa turut serta berpartisipasi untuk menurunkannya.

“Kehadiran PKH tentu sangat diandalkan guna menurunkan stunting ini. Angka stunting kita masih cukup besar saat ini, yakni 21 persen. Itupun menurun berkat kehadiran PKH dimana stunting sebelumnya mencapai angka 27 persen,” katanya.

Ace menuturkan, jika program PKH merupakan program unggulan pemerintah yang diharapkan dapat mengurangi beban keluarga miskin dan rentan dari dampak ekonomi akibat Covid-19 termasuk akibat gejolak perekonomian dan isue global yang terjadi saat ini.

Baca juga: Sandiaga Uno: Produk Kreatif Olahan Ikan di Ciamis Dapat Bantu Pemerintah Atasi Stunting

Program PKH itu, kata Ace, memiliki semangat ‘four in one’ antara lain pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, kebutuhan gizi dan nutrisi bagi masyarakat. Sebagai wujud negara hadir untuk rakyatnya terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah miskin dan rentan.

“Sekalipun termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, pendidikan tak boleh terhambat. Sebab pendidikan adalah investasi bagi masa depan bangsa. Karena itu PKH adalah solusi bagi anak-anak putus sekolah,” ujar Kang Ace.

Kebutuhan gizi dan nutrisi bagi ibu hamil juga sangat penting. Sebab hal itu akan menentukan kualitas generasi berikutnya dan berdampak besar pada pengurangan angka stunting.

“Komisi VIII terus mendorong agar program PKH terus dilanjutkan. Saya juga patut menyampaikan terimakasih kepada para SDM PKH yang terus berjuang agar profil kemiskinan yang sempat naik akibat Covid-19, kini bisa kembali menurun berkat kontribusi SDM PKH,” terang Kang Ace.

Baca juga: Dinas Kesehatan Pangandaran Ajukan Anggaran Rp 6 M untuk Penanganan Stunting

Menurutnya peran Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Partai Golkar sangat besar dalam memperkuat keberlanjutan PKH tersebut.

Sebagai upaya menahan penurunan dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi bangsa agar selalu diatas rata-rata.

“Alhamdulillah ekonomi kita terus bergulir dengan baik. Salah satunya karena peran Pak Airlangga Hartarto ini,” sebut Kang Ace.

Menurut dia, maka menjadi kewajibanya selaku pimpinan Komisi VIII DPR RI untuk mempertahankan dan meningkatkan SDM PKH tersebut. Sebab kontribusinya sangat besar dalam membantu dan mendampingi rakyat.

Baca juga: Kabar Gembira, Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting Tak Perlu Bayar Pajak

“Saya berharap para SDM PKH ini tidak bosan dan tidak kenal lelah untuk terus mendampingi masyarakat. Bahkan terus sampaikan kepada para KPM untuk bisa mengakses modal usaha, akses terhadap perbankan. Supaya kedepan para KPM ini bisa lebih berdaya,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved