Cara Warga Dusun Mungganggondang Mencari Sinyal Internet Harus Naik ke Bukit atau ke Kantor Desa
Dusun Mungganggondang di Pangandaran berada di perbukitan, menyebabkan warga kesulitan mendapatkan sinyal ponsel dan internet
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Warga Dusun Mungganggondang, Desa Purbahayu, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengeluhkan sulitnya akses internet.
Minimnya cakupan sinyal membuat mereka harus mencari titik tertentu seperti bukit hingga ke dataran tinggi.
Jarak Desa Purbahayu ke Tugu Marlin Pangandaran sebenarnya tidak terlalu jauh. Hanya 5 km.
Namun karena kondisi geografis berada di daerah tinggi atau perbukitan, Dusu Mungganggondang Desa Purbahayu kesulitan mendapat sinyal.
Ketua RT setempat, Sukaya, mengaku kesulitan mencari sinyal meski sudah mencoba berbagai cara.
"Di rumah disimpan di atas jendela pun susah dapat sinyal. Kadang saya telat menerima informasi penting," ujar Sukaya kepada Tribun Jabar di Mungganggondang, Kamis (9/10/2025) siang.
Beberapa tahun lalu, kata Sukaya, warga pun sempat berencana melakukan iuran atau swadaya untuk memasang jaringan internet mandiri.
Namun biaya pemasangan kabel dan tiang internet dinilai terlalu mahal. "Ya enggak sanggup kalau harus pasang sendiri, biayanya besar," katanya.
Baca juga: Cara Beli Kuota Internet Murah Telkomsel 80 GB Hanya Rp 100.000, Bisa Dibeli Hingga 3 April Lho!
Seorang warga lainnya, Ernawati (37) mengaku, harus berjalan kaki atau naik motor ke area dekat sungai hanya untuk bisa mengunggah konten dan chatting.
"Kalau mau main facebook lebih lama, harus ke kantor desa yang jaraknya sekitar 3 kilometer," ucap Ernawati.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, mengklaim hanya beberapa desa di wilayahnya yang masuk kategori blank spot.
"Biasanya daerah yang belum terjangkau tiang internet. Meski daerah tinggi atau dekat hutan, tetap bisa sulit sinyal," ujarnya.
Meskipun demikian, Tonton menyebut, beberapa desa sudah menyediakan akses internet gratis di kantor desa. "Kalau di rumah tidak terjangkau, bisa minta akses ke kantor desa," kata Ia.
Namun Ia mengakui, belum ada pendataan resmi soal wilayah yang masih mengalami blank spot internet. "Kadang warga pasang WiFi sendiri, jadi dianggapnya sudah tercover," ucapnya. (*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com Lainnya di Google News
| 133 Siswa di Sumedang Belajar Hidup Bersama Warga di Kaki Gunung Kareumbi, Bupati: Ini Penting |
|
|---|
| Kolaborasi Pemkab Tasik dan YBM Brilian, Jembatan Gantung Penghubung Desa Diresmikan |
|
|---|
| Diduga Akibat Korsleting AC, Rumah Warga di Conggeang Sumedang Terbakar, Kerugian Tembus Rp200 Juta |
|
|---|
| Pagi-pagi, Pangandaran Diguncang 2 Kali Gempa Bumi, Warga Merasakan, BPBD Pastikan Aman |
|
|---|
| Usai Didemo Warga, Kades Linggawangi Tasikmalaya Pilih Mempertahankan Jabatannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kesulitan-Sinyal-di-Mungganggondang.jpg)