Jembatan Bambu di Purbahayu Pangandaran Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan
Jembatan bambu yang menghubungkan Dusun Mungganggondang, Desa Purbahayu dengan Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Jembatan bambu yang menghubungkan Dusun Mungganggondang, Desa Purbahayu dengan Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, mengalami kerusakan parah dan tak bisa lagi digunakan warga untuk menyeberang.
Jembatan bambu itu berada sekitar tiga kilometer dari kantor Desa Purbahayu dan menjadi akses penting warga.
Warga setempat berharap pemerintah segera turun tangan membangun kembali jembatan gantung tersebut.
Seorang warga Mungganggondang, Encuk Sukandi (50), menyampaikan, jembatan itu dibangun atas swadaya masyarakat karena sulitnya akses warga untuk beraktivitas, seperti bertani dan beribadah.
"Jembatan ini kami bangun secara swadaya karena dulu sangat sulit untuk aktivitas sehari - hari. Kami rereongan (bergotong royong) mengumpulkan uang dan membangun jembatan sementara dari bambu," ujar Encuk kepada Tribun Jabar di lokasi jembatan gantung yang rusak, Rabu (8/10/2025) pagi.
Baca juga: Jembatan Bambu Hasil Swadaya Masyarakat di Purbahayu Pangandaran Rusak Parah
Namun, kondisi jembatan yang dibangun sekitar tahun 2019 kini kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak bisa lagi digunakan.
Ia pun mengungkapkan bahwa pada tahun 2003, jembatan serupa pernah dibangun dari material bambu, namun kembali rusak dan sebagian terbawa banjir.
Menurutnya, jembatan gantung itu sangat vital karena menjadi penghubung utama warga dua desa di Kecamatan Pangandaran.
Ia pun mengaku, sudah dua kali mengajukan permohonan pembangunan ke pemerintah, namun belum mendapat respon.
"Kalau bisa pemerintah segera turun tangan. Jembatan ini penting untuk aktivitas warga dan menghubungkan ke Desa Sukahurip," katanya.
Sekretaris Desa Purbahayu, Darsum, membenarkan bahwa pembangunan jembatan sebelumnya dilakukan dengan dana swadaya masyarakat. Namun, dulu kerusakan jembatan disebabkan oleh banjir besar.
Meski begitu, pihak desa belum menerima laporan resmi dari warga terkait kondisi kerusakan itu. "Belum, belum ada laporan," ucap Darsum.
| Libur Panjang Awal Bulan Mei 2026, Wisatawan ke Citumang Pangandaran Tembus 1.590 Orang Per Hari |
|
|---|
| 133 Siswa di Sumedang Belajar Hidup Bersama Warga di Kaki Gunung Kareumbi, Bupati: Ini Penting |
|
|---|
| Musim Tanam, Stok Pupuk Bersubsidi di Pangandaran Dipastikan Aman |
|
|---|
| Investor Properti Mewah Masuk Pangandaran, Bupati Citra: Perkuat Pariwisata dan Dongkrak Ekonomi |
|
|---|
| Pejabat di Pangandaran Berharap Laga Persib vs Persija Berjalan Aman dan Kondusif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/KELUHKAN-JEMBATAN-RUSAK-Encuk-Sukandi-50-warga-1.jpg)