Jumat, 5 Juni 2026

Hari Kebangkitan Nasional 2025

Naskah Pidato Pembina Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025, Tema Bangkit Bersama

Naskah pidato pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025, tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
AI/Chat GPT
HARKITNAS 2025 - Foto ilustrasi upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas 2025. Kali ini dengan tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat. 

Eduard Douwes Dekker, melalui novel Max Havelaar, mengkritik sistem kolonial dan membuka mata Belanda akan penderitaan rakyat.

Hal ini mendorong lahirnya kebijakan Politik Etis, yang terdiri atas tiga program utama irigasi, edukasi, dan transmigrasi.

Meskipun belum merata, kebijakan ini membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi dan melahirkan kaum intelektual seperti Soetomo dan Wahidin.

Apa Dampak Boedi Utomo terhadap Gerakan Nasional Lainnya? Meskipun fokus Boedi Utomo adalah sosial dan budaya, bukan politik, organisasi ini menjadi inspirasi lahirnya berbagai gerakan nasional lain seperti: Sarekat Islam Indische Partij Muhammadiyah Taman Siswa Mereka mengusung semangat kemajuan, persatuan, dan perlawanan terhadap penjajahan, memperkuat fondasi perjuangan menuju kemerdekaan.

Pada tahun 1948, Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional untuk memperingati 40 tahun berdirinya Boedi Utomo. Penetapan resmi dilakukan melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Makna Harkitnas 2025? Mengenal Sejarah, Tema, dan Logo Resminya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/jawa-barat/read/2025/05/19/074207088/apa-makna-harkitnas-2025-mengenal-sejarah-tema-dan-logo-resminya.

Berikut ini pidato pembina upacara pada Hari Kebangkitan Nasional ke-117 tahun 2025.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.

Yang saya hormati,
Para peserta upacara yang saya banggakan,

Hari ini, tanggal 20 Mei 2025, kita memperingati 117 tahun Hari Kebangkitan Nasional—sebuah momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yang menandai bangkitnya semangat persatuan, kesadaran kebangsaan, dan perjuangan kolektif menuju kemerdekaan.

Kita mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908, yang menjadi tonggak awal lahirnya gerakan modern bangsa Indonesia. Para pendahulu kita sadar bahwa kemajuan hanya bisa dicapai jika kita bersatu sebagai satu bangsa, meninggalkan kepentingan golongan dan pribadi, serta berjuang bersama demi masa depan yang lebih baik.

Tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah:

"Bangkit untuk Indonesia Emas"
Tema ini mengingatkan kita bahwa kebangkitan hari ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menggugah semangat untuk membangun masa depan. Indonesia sedang berada dalam fase penting menuju Indonesia Emas 2045, saat bangsa ini genap berusia 100 tahun. Tugas kita adalah memastikan bahwa kita tidak hanya menjadi bangsa besar dari jumlah penduduk, tetapi juga menjadi bangsa besar dalam kualitas sumber daya manusia, daya saing, dan kontribusi global.

Hadirin yang saya hormati,

Kebangkitan hari ini adalah kebangkitan kolaboratif dan inovatif. Di tengah berbagai tantangan global—dari perubahan iklim, ketegangan geopolitik, hingga revolusi digital—kita dituntut untuk bekerja lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih solid. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia pendidikan, sektor swasta, masyarakat sipil, dan seluruh elemen bangsa harus bergerak bersama.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved