Kamis, 16 April 2026

Hari Kebangkitan Nasional 2025

Naskah Pidato Pembina Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025, Tema Bangkit Bersama

Naskah pidato pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025, tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.

Editor: Machmud Mubarok
AI/Chat GPT
HARKITNAS 2025 - Foto ilustrasi upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas 2025. Kali ini dengan tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat. 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Naskah pidato pembina upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025, tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.

Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei. Pada tahun ini, merupakan peringatan ke-117 sejak lahirnya organisasi Boedi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak awal gerakan nasional terorganisir di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah merilis pedoman peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional. Tema yang diangkat tahun ini adalah "Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat".

Tema ini menggambarkan semangat kolektif seluruh komponen bangsa untuk bangkit dari berbagai tantangan dan bergerak maju menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

Apa Makna Simbolik Logo Harkitnas 2025? Logo resmi Harkitnas 2025 yang telah dirilis Komdigi mengandung makna filosofis yang mendalam:

Tegas dan Kokoh: Angka "117" menandakan usia peringatan Hari Kebangkitan Nasional sejak 1908. 

Pilar Kebangsaan: Bentuk angka 11 menyerupai tiang kokoh sebagai simbol pondasi kebangsaan.

Baca juga: 35 Link Twibbon Harkitnas 2025 ke 117, Unggah Postingan Menarik di Sosmed, Begini Cara Pasangnya

Baca juga: 30 Mei 2025 Juga Masih Masuk Jadwal Libur Selain Tanggal 29, Peringatan Hari Apa?

Titik Perubahan: Bola merah melambangkan semangat dan energi perjuangan, menjadi pusat penggerak perubahan.

Masa Depan: Garis horizontal biru menandakan arah kemajuan dan pandangan jauh ke depan.

Kebangkitan: Lengkungan emas menggambarkan gerakan bangkit yang kuat dan fleksibel, merepresentasikan semangat gotong royong.

Hari Kebangkitan Nasional berkaitan erat dengan berdirinya organisasi Boedi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dan para pelajar STOVIA di Batavia.

Boedi Utomo hadir dari keresahan terhadap penderitaan masyarakat akibat penjajahan dan bertujuan mencerdaskan bangsa melalui pendidikan.

Tokoh penting lain dalam kelahiran Boedi Utomo adalah Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang menggagas pentingnya dana pendidikan untuk pelajar pribumi yang berprestasi tetapi kurang mampu secara ekonomi.

Gagasan ini kemudian didukung oleh Soetomo dan rekan-rekannya. Boedi Utomo menjadi organisasi pelopor kebangkitan nasional yang menandai kesadaran kolektif bahwa rakyat Indonesia adalah satu bangsa, bukan sekadar kumpulan suku atau wilayah.

Bagaimana Konteks Sejarah Mendorong Kebangkitan Nasional? Pada awal abad ke-20, rakyat Indonesia hidup dalam penindasan kolonial Belanda. Kebijakan ekonomi dan politik liberal membuat kehidupan masyarakat menderita.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved