Berita Viral
Ternyata Ini Alasan Lengkap Bangkrutnya Perusahaan Tupperware, Setelah Berjaya Selama 78 Tahun
Ternyata Ini Alasan Lengkap Bangkrutnya Perusahaan Ternama Tupperwere, Setelah Berjaya Selama 78 Tahun
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM - Kabar mengejutkan datang dari Perusahaan ternama asal Amerika Serikat (AS), Tupperware belum lama ini.
Pasalnya, tepat tanggal (17/9/2024) lalu, perusahaan produsen kontainer makanan tersebut resmi mengajukan kemunduran usaha alias bangkrut pada Chapter 11.
Banyak pihak bertanya-tanya mengenai alasan dibalik perusahaan besar yang tiba-tiba gulung tikar tersebut.
Lantas mengapa bisa demikian?
Alasan Tupperware Gulung Tikar
Baca juga: GEGER, Aplikasi Helo Tiba-tiba Hilang di Google Play Store, Warganet: Bangkrut Kah?
Kepala Eksekutif Tupperware, Laurie Goldman mengatakan, produsen wadah plastik tersebut mengalami kerugian karena penurunan penjualan.
Permintaan pasar terhadap wadah makan warna-warni juga semakin menurun, meskipun sempat meningkat saat pandemi.
Selain itu, lonjakan biaya tenaga kerja, pengiriman, dan bahan baku seperti resin plastik pasca-pandemi juga telah menekan bisnisnya.
"Selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan telah sangat terpengaruh oleh lingkungan ekonomi makro yang menantang," ungkap Goldman.
Baca juga: Profil Tupperware, Merek Alat Rumah Tangga yang Terkenal, Trending di Medsos Terancam Bangkrut
Perusahaan tersebut telah berupaya membalikkan keadaan bisnisnya selama bertahun-tahun setelah melaporkan penurunan penjualan selama beberapa kuartal.
Dilansir dari CNN, pada April 2023, perusahaan tersebut telah mengungkapkan dalam pengajuan pengaturan untuk kemungkinan kebangkrutan.
Di tahun tersebut, Tupperware juga pernah mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat mendanai lagi operasinya kecuali menemukan lebih banyak keuntungan.
Lalu pada 2024, Tupperware menutup satu-satunya pabrik di South Carolina, AS yang mengakibatkan 148 orang terpaksa mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Saham Tupperware juga telah anjlok sebanyak 74,5 persen pada 2024 dan terakhir diperdagangkan hanya seharga 51 sen.
Baca juga: 50 Persen Perajin Bordir di Tasikmalaya Bangkrut karena Harga Bahan Baku Naik, Begini Respons Bupati
Selain itu, juga disebabkan oleh beban utang yang besar. Melansir dari Reuters, perusahaan ini memiliki utang lebih dari US$ 700 juta (sekitar Rp 10,85 triliun).
Persiapan kebangkrutan menyusul negosiasi yang berlarut-larut antara Tupperware dan pemberi pinjamannya mengenai cara mengelola utang tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Tupperware.jpg)