Diduga Epilepsi, Idah Asal Ciamis Ditemukan Tersungkur di Sawah Wilayah Pangandaran saat Pergi Kerja

Sebelum ditemukan meninggal dunia, awalnya korban pada Selasa (19/3/2024) pagi hendak menuju tempat pekerjaannya di pabrik kelapa.

Penulis: Padna | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Dok Polsek Padaherang
Petugas dan warga saat akan mengevakuasi jenazah Idah yang ditemukan tersungkur di lahan pesawahan di samping jalan raya nasional wilayah Dusun Gerewing RT 09 / 03 Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Selasa (19/3/2024) sekitar pukul 10.30 WIB. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Sesosok mayat perempuan di Pangandaran ditemukan dalam kondisi tersungkur di lahan persawahan.

Mayat tersebut ditemukan oleh warga tepat di lahan persawahan di samping jalan raya nasional wilayah Dusun Gerewing RT 09/03, Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (19/3/2024) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapolsek Padaherang, Iptu Aan Supriatna, membenarkan, adanya penemuan sesosok mayat yang tersungkur di lahan persawahan.

Korban atas nama Idah (59), seorang warga asal Dusun Cikukang RT 11/03 Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, awalnya korban pada Selasa (19/3/2024) pagi hendak menuju tempat pekerjaannya di pabrik kelapa.

Baca juga: RESEP Cumi Crispy, Referensi Camilan Khas Pangandaran Yang Lezat dan Bikin Ketagihan

"Tapi, saat berjalan korban kemungkinan memiliki penyakit epilepsi yang sudah lama diderita korban dan kemudian kambuh lagi," ujar Aan melalui WhatsApp, Selasa (19/3/2024) siang.

Korban terjatuh ke lahan persawahan dengan posisi kepala tersungkur ke dalam lumpur sawah.

Tidak lama setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Padaherang untuk penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Tol Getaci Gusur 9 Desa dan 1 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Inikah Nama Desanya?

"Namun setelah dilakukan tindakan lebih lanjut, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan oleh tim medis di Puskesmas Padaherang itu tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan," katanya.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap peristiwa yang dialami korban merupakan kehendak pencipta.

"Keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah keluarganya untuk disemayamkan," ucap Aan. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved