Kronologi Pria Bejat Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus di Jatinangor Sumedang

Kronologi Pria Bejat Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus di Jatinangor Sumedang

Kompas.com
Ilustrasi kasus rudapaksa terhadap anak berkebutuhan khusus di Sumedang 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Amarah NI (39) memuncak kala berupaya membuktikan perbuatan bejat DE (38), warga Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang rudapaksa terhadap anaknya, AP (10).

AP adalah anak berkebutuhan khusus dan merupakan siswa di salah satu sekolah luar biasa (SLB) di Sumedang.

NI pun menceritakan kronologi kala dia mengetahui AP mendapatkan pelecehan seksual oleh DE.

Baca juga: Heboh 9 Murid SD di Sumedang Diculik, Begini Hasil Penelusuran Polisi

"Itu adalah kejadian yang kedua kalinya. Orang tersebut (DE) membawa anak saya tanpa saya tahu. Saya tahu orang itu (DE) tapi kami tak saling kenal," kata NI, ibu AP, Sabtu (21/1/2023) malam. 

Menurut NI, kali pertama anaknya menghilang dari pantauannya adalah pada tiga pekan lalu.

Pada Jumat pagi, AP kembali menghilang. Setelah ditanyakan ke teman-temannya, informasi berkembang bahwa AP dibawa seseorang yang biasa mangkal di salah satu pangkalan ojek. 

Baca juga: Pemkab Sumedang Targetkan 100 Persen Warga tak Lagi Berak Sembarangan di 2023

NI bergegas ke pangkalan itu. Tapi, informasi dari orang-orang yang mengenal DE menuturkan, DE sudah tidak tak ngojek dalam enam bulan terakhir.

Tak kehabisan langkah, NI terus mencari dan bertanya demi menumakan anaknya. Petunjuk mengarahkan NI ke kamar kontrakan DE di sekitar Puskesmas Jatinangor. 

"Di tempatnya tak ada. Saya tunggu lama. Sampai akhirnya saya pulang kembali. Setelah di rumah, anak saya datang ke rumah," katanya. 

Baca juga: Profil Perses Sumedang, Lengkap Beserta Sejarah Berdirinya Klub Berjuluk Laskar Insun Medal

Dia menanyakan AP dari mana, dengan siapa, dan diapakan oleh orang yang membawanya itu. AP menjawab bahwa dia dipukul di kepala dan kaki. 

"Tiga pekan lalu sepulang diculik orang yang sama, celana dalam anak saya ada bercak darahnya," kata dia. 

Baca juga: Pernikahan Anak di Sumedang Sepanjang 2022 Tercatat Ratusan, Setahun Sebelumnya Capai Ribuan

Dengan pancingan orang yang mengenalnya, DE muncul.

DE sempat mengelak dan memberikan pengakuan yang berbelit-belit kepada NI dan warga lainnya yang turut menginterogasi, termasuk Ketua RW setempat di mana NI tinggal. 

Baca juga: Dapat Kepercayaan Ketum PPP, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Siap Tarung Kembali di Pilkada 2024

"Diiterogasilah. Setelah panjang berbelit-belit, dia mengaku bahwa dia melakukan hubungan suami-istri dengan anak saya. Amarah saya memuncak," kata NI. 

DE kini telah mendekam di tuang tahanan Mapolres Sumedang. Kasus ini telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumedang. (*)

Sumber: Tribun Jabar

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved