Saung Supa Daffa Jaya Ciamis, Usaha Jamur di Selamanik yang Tumbuh Pesat

Sejak berdiri pada Desember 2016, usaha UMKM budidaya jamur Saung Supa Daffa Jaya milik Ernyawati Indralaya di Dusun Selacai

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
JAMUR TIRAM - Ernyawati Indralaya saat menunjukkan jamur tiram putih yang sudah bisa dipanen di ruang tumbuh 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Sejak berdiri pada Desember 2016, usaha UMKM budidaya jamur Saung Supa Daffa Jaya milik Ernyawati Indralaya di Dusun Selacai, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis menunjukkan perkembangan pesat. 

Dari yang awalnya hanya mengelola sekitar seribu log (media tanam jamur), kini UMKM yang digelutinya jumlahnya sudah menembus lebih dari 10 ribu log.

Ernyawati menuturkan, ide awal usaha UMKM jamur ini muncul ketika dirinya mengikuti kegiatan pemberdayaan desa di Kecamatan Kawali.

Saat itu ia sempat diminta menjadi narasumber di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) lalu mendapat kesempatan studi banding ke PT Asa, di Cianjur. Dari sanalah ia mulai tertarik menekuni usaha UMKM jamur tiram.

“Dulu saya lihat usahanya enak, tinggal tunggu jamurnya tumbuh lalu dipanen. Cocok buat ibu rumah tangga atau pekerja yang tetap ingin punya penghasilan sampingan dari UMKM. Tapi setelah dijalani, ya merasakan juga jungkir baliknya jadi pengusaha jamur,” ujar Ernyawati saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (27/8/2025).

Kini, usaha UMKM Saung Supa Daffa memproduksi tiga jenis jamur tiram coklat, jamur putih, dan jamur kuping.

Lebih lanjut, Ernyawati menjelaskan proses penanaman jamur tersebut, tahap awal dia menyediakan bahan bakunya seperti serbuk gergaji, dedak halus dan kapur. 

"Kemudian serbuk gergajinya kita ayak (saring) supaya bebas dari kotoran, kemudian kita campur dengan dedak halus, dengan kapur, dan air," tambahnya.

Perbandingannya untuk airnya pakai takaran feeling, kalau dia dikepal pas dibuka dia pecah dua atau pecah satu, itu sudah bagus.

Setelah itu, diperam dulu selama satu malam, kemudian besoknya dibungkus.

"Nah, di sini bungkusnya juga masih manual, masih pakai tenaga manusia, setelah dibungkus kita kukus, masuk ke drum yang kapasitasnya kalau satu drum itu maksimal 150 log. Kita kukus, kita menggunakan dua sampai tiga drum satu kali kukusan selama 8 jam," paparnya.

Kalau sudah dikukus selama 8 jam didinginkan selama 1 malam baru dibibit, setelah pembibitan itu, masuk ke ruang inkubasi selama 1 bulan baru bisa pindah ke ruang tumbuh.

Kalau sudah berada di ruang inkubasi selama 1 bulan dan dipindah ke ruang tumbuh selang 1 minggu, jamurnya sudah pada keluar.

Untuk satu lognya itu bisa panen 4 sampai 5 kali untuk masa panen yang produktif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved