Kamis, 9 April 2026

Deretan Penghargaan Perkuat Pembangunan Sumedang, Dony Ahmad Munir Tekankan 3K

Bupati Dony Ahmad Munir kembali menekankan bahwa capaian program harus dibuktikan dengan hasil yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Humas Pemkab Sumedang untuk Tribun Jabar
DERETAN PENGHARGAAN - Bupati Dony Ahmad Munir, didampingi Wakil Bupati Fajar Aldila saat memimpin rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (18/2/2026). Pelaksanaan program strategis diikuti berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Sumedang. 
Ringkasan Berita:
  • Dony Ahmad Munir tegaskan visi “Sumedang Simpati” harus berdampak nyata bagi warga.
  • Capaian dan penghargaan jadi indikator, namun bukan tujuan akhir pembangunan.
  • Prinsip 3K: Kadeuleu, Karampa, Karasa, yakni hasil terlihat, teraba, dan terasa.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Setelah menegaskan arah pembangunan melalui visi "Sumedang Simpati" dalam evaluasi satu tahun kepemimpinannya, Bupati Dony Ahmad Munir kembali menekankan bahwa capaian program harus dibuktikan dengan hasil yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejumlah progres pembangunan yang dipaparkan dalam rapat koordinasi sebelumnya tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan program strategis, tetapi juga diikuti berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Pemerintah Kabupaten Sumedang. Pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa arah kebijakan daerah berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

Meski demikian, Dony mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, esensi pembangunan tetap terletak pada manfaat konkret yang diterima masyarakat.

Bupati menegaskan, pembangunan daerah harus berlandaskan prinsip lokal yang sederhana namun bermakna mendalam, yaitu 3K: Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Kadeuleu berarti terlihat; Karampa berarti teraba; dan Karasa berarti terasa. 

“Setiap program pembangunan harus Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Artinya hasil pembangunan harus terlihat nyata, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung, dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya, Rabu (18/2/3/2026).

Baca juga: Setahun Kepemimpinan Dony-Fajar di SumedanG: "Sumedang Simpati" Harus Berdampak Nyata

Penegasan tersebut sekaligus memperkuat pernyataannya dalam rakor evaluasi satu tahun kepemimpinan, di mana ia menekankan bahwa visi Sumedang Simpati bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang terukur dan berdampak nyata.

Dengan berbagai capaian dan apresiasi yang telah diraih, kata Dony, Pemkab Sumedang menargetkan konsistensi pelaksanaan program agar tetap selaras dengan kebutuhan warga.

" Prinsip pembangunan yang terlihat, teraba, dan terasa diharapkan menjadi standar dalam setiap kebijakan dan inovasi yang dijalankan ke depan, "

"Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya tercatat dalam laporan kinerja, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sumedang," ucapnya. (***Kiki Andriana***)

 

Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved