Sabtu, 11 April 2026

Setahun Kepemimpinan Dony-Fajar di SumedanG: "Sumedang Simpati" Harus Berdampak Nyata

Satu tahun masa kepemimpinan Dony Ahmad Munir-Fajar Aldila (2024-2029) jadi momen refleksi sekaligus penajaman arah pembangunan di Kabupaten Sumedang.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Humas Pemkab Sumedang untuk Tribun Jabar
SETAHUN DONY-FAJAR - Bupati Dony Ahmad Munir, didampingi Wakil Bupati Fajar Aldila saat memimpin rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (18/2/2026). Satu tahun masa kepemimpinan Dony Ahmad Munir-Fajar Aldila (2024-2029) jadi momen refleksi sekaligus penajaman arah pembangunan di Kabupaten Sumedang. 

Ringkasan Berita:
  • Setahun kepemimpinan Dony Ahmad Munir–Fajar Aldila evaluasi visi Sumedang Simpati lewat rakor.
  • Fokus layanan digital, pendidikan, kesehatan, dukung MBG dan Sekolah Rakyat.
  • Perkuat UMKM, pertanian, investasi dan SDM demi daya saing daerah.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Satu tahun masa kepemimpinan Dony Ahmad Munir-Fajar Aldila (2024-2029) menjadi momen refleksi sekaligus penajaman arah pembangunan di Kabupaten Sumedang. Pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi khusus untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menegaskan kembali visi besar Sumedang Simpati sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (18/2/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Dony Ahmad Munir, didampingi Wakil Bupati Fajar Aldila dan Sekda Tuti Ruswati, serta diikuti sejumlah kepala perangkat daerah.

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengukur sejauh mana visi dan misi kepala daerah telah diterjemahkan dalam program konkret serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dony Ahmad Munir dalam kesempatan itu menegaskan bahwa "Sumedang Simpati" bukan sekadar jargon politik, melainkan arah pembangunan yang terukur dan berorientasi pada pelayanan publik, penguatan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Rakor ini menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana visi Sumedang Simpati telah kita wujudkan. Pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Daftar Masjid di Sumedang, Garut dan Ciamis untuk Isi Ibadah Ramadan 1447 H/2026

Selama satu tahun terakhir, pemerintah daerah mencatat sejumlah progres di berbagai sektor. Pada aspek pelayanan publik, transformasi layanan berbasis digital terus diperkuat guna meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan.

Di bidang sumber daya manusia, fokus diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan melalui berbagai program prioritas daerah. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang membangun kualitas generasi Sumedang menuju Indonesia Emas 2045.

Pemkab Sumedang juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Keterlibatan daerah dalam program tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah mendukung perluasan akses pendidikan berkualitas sekaligus peningkatan gizi anak.

Melalui program MBG, selain menekan angka stunting, pemerintah turut melibatkan UMKM, petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal. Skema ini diharapkan memberi efek berganda, baik dari sisi kesehatan maupun penguatan ekonomi masyarakat.

Di sektor perekonomian, dorongan terhadap pertumbuhan UMKM, penguatan pertanian, serta perluasan peluang investasi terus dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.

Akselerasi Investasi dan Daya Saing Daerah

Tak hanya berfokus pada pembangunan internal, pemerintah daerah juga menegaskan komitmen dalam mendukung pengembangan kawasan ekonomi regional sebagai motor pertumbuhan baru. Kesiapan infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta penguatan sektor industri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Sumedang.

“Pengembangan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan investasi dan kesiapan sumber daya manusia. Dengan kolaborasi yang kuat, Sumedang optimistis dapat menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Rakor evaluasi satu tahun kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antarperangkat daerah, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Sumedang. (***Kiki Andriana***)

 

Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved