Rabu, 15 April 2026

Tol Cisumdawu Retak

Ada Retakan di Tol Cisumdawu KM 207 Sumedang, PT CKJT Tangani dengan Perkuat Struktur

Retakan yang terjadi di ruas Tol Cisumdawu KM 207 A yang terpantau sejak bulan Maret 2026 ditangani agar layanan jalan tol

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Kiki Andriana
BERI KETERANGAN - Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat (tengah) saat memberikan keterangan di Kantor CKJT, Sumedang Utara, Selasa (7/4/2026). 
Ringkasan Berita:* Retakan yang terjadi di ruas Tol Cisumdawu KM 207 A yang terpantau sejak bulan Maret 2026 ditangani agar layanan jalan tol kembali memuaskan penggunanya

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Retakan yang terjadi di ruas Tol Cisumdawu KM 207 A yang terpantau sejak bulan Maret 2026 ditangani agar layanan jalan tol kembali memuaskan penggunanya. 

PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sebagai pengelola tol menyebut retakan sliding terjadi di KM 207+300 hingga KM 207+400, diduga akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.

Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat mengatakan pihaknya pada saat itu juga langsung melakukan penanganan cepat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

“Ada retakan sepanjang 80 meter dengan kedalaman dua meter, Retakan ini kami identifikasi akibat karena cuaca hujan dengan intensitas tinggi. Pasca kejadian, kami langsung melakukan identifikasi serta evaluasi menyeluruh,” kata Agustinus di Kantor CKJT, Sumedang Utara, Selasa (7/4/2026).

Penanganan awal dilakukan dengan pemasangan rambu peringatan, pembatasan kecepatan, serta penutupan retakan menggunakan material aspal dan terpal untuk mencegah masuknya air ke dalam struktur jalan.

Baca juga: Aparat Gabungan Razia Penjara Lapas Sumedang hingga Tes Urine untuk Warga Binaan dan Petugas

Selain itu, CKJT juga menyiapkan penanganan jangka panjang melalui pengukuran topografi, penyelidikan tanah, serta analisis geoteknik. Perkuatan struktur direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter sepanjang kurang lebih 100 meter.

Menurut Agustinus, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah titik rawan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved