Polisi Pastikan Ada Taruhan Dalam Aksi Balap Liar di Depan Kahatex Sumedang
polisi mendapati adanya kesepakatan taruhan di antara para pelaku balapan liar di depan Kahatex. Taruhan berkaitan dengan peran joki dan mekanik
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Machmud Mubarok
Ringkasan Berita:
- Kepolisian memastikan adanya unsur taruhan dalam aksi balap liar di jalur nasional Bandung–Garut, tepatnya di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
- Fakta tersebut terungkap setelah polisi mengamankan lima remaja yang terlibat balap liar pada Minggu malam (18/1/2026).
- Kelima remaja diamankan ke Mapolsek Jatinangor untuk dimintai keterangan dan menjalani pembinaan.
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Kepolisian memastikan adanya unsur taruhan dalam aksi balap liar yang kerap terjadi di jalur nasional Bandung–Garut, tepatnya di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Fakta tersebut terungkap setelah polisi mengamankan lima remaja yang terlibat dalam aksi balap liar tersebut, Minggu (18/1/2026) malam.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, mengatakan kelima remaja tersebut diamankan untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan terkait aktivitas balap liar yang meresahkan masyarakat.
“Yang kami bawa ke kantor ada lima remaja. Kami ajak komunikasi soal balap liar yang mereka lakukan,” ujar Rogers kepada Tribun Jabad.id, di Mapolsek Jatinangor, Senin (19/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan, polisi mendapati adanya kesepakatan taruhan di antara para pelaku. Taruhan tersebut berkaitan dengan peran joki dan mekanik dalam balapan liar itu.
“Menurut pengakuan mereka masing-masing, memang ada taruhannya, terkait joki dan mekanik,” katanya.
Kelima remaja tersebut diketahui berasal dari sejumlah wilayah berbeda, mulai dari Cileunyi, Cikuda, hingga Desa Sayang. Mereka saling terhubung dan mengatur aksi balap liar melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.
“Mereka berkomunikasi menggunakan media sosial dan WhatsApp antara satu dengan yang lainnya,” kata Rogers.
Baca juga: Momen Haru Pelaku Balap Liar Sungkem ke Orangtua: Mengaku Kapok
Baca juga: Pengakuan Pelaku Balap Liar Milih Jalanan Nasional Daripada Sirkuit Resmi
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa para pelaku kerap mengelabui petugas dengan cara berpindah-pindah lokasi dan waktu. Aksi balap liar dilakukan dengan metode “kucing-kucingan” dengan aparat kepolisian.
“Betul, mereka selalu kucing-kucingan dengan petugas. Saat kami patroli mereka menghilang, dan ketika kami sudah tidak di tempat, mereka muncul dan melakukan balap liar,” katanyaan.
Terkait dugaan konsumsi alkohol atau zat terlarang saat balap liar berlangsung, Rogers mengaku hal tersebut tidak ditemukan. Hal itu berdasarkan pengakuan para remaja serta hasil pengecekan yang dilakukan petugas.
“Untuk konsumsi (alkohol), menurut pengakuan mereka dan hasil pengecekan kami, tidak ada,” katanya.
Saat ini, kelima remaja tersebut masih menjalani proses pembinaan di kepolisian dengan melibatkan orang tua. Polisi juga mewajibkan pengembalian kendaraan ke kondisi standar sebagai bagian dari upaya pencegahan agar aksi balap liar tidak kembali terulang di wilayah Jatinangor dan sekitarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Jatinangor bersama Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Sumedang meringkus sekelompok remaja yang kerap melakukan aksi balap liar di jalur utama Bandung–Garut.
Penindakan dilakukan pada Minggu malam (18/1/2026) setelah aksi mereka kembali terdeteksi meski patroli telah diperketat.
Kelompok tersebut diketahui berulang kali menjadikan ruas jalan nasional di sekitar kawasan PT Kahatex, Jatinangor, sebagai arena balap liar.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku terlebih dahulu memblokade jalan guna mengamankan lintasan balap, sehingga membahayakan pengguna jalan lain.
Polisi menyebut, sebelum penangkapan, aksi balap liar itu sudah dua kali terendus aparat. Namun para pelaku ngeyel dan tetap balapan dengan cara 'kucing-kucingan' dengan aparat.
Polisi mengamankan sejumlah sepeda motor yang digunakan sebagai barang bukti. Kendaraan tersebut diketahui telah dimodifikasi khusus untuk balap, dengan ciri velg dan ban berukuran kecil, menggunakan knalpot bising, serta tanpa dilengkapi pelat nomor kendaraan. Bahkan, salah satu motor yang diamankan tampak masih dalam kondisi relatif baru.
Selain membahayakan keselamatan, aksi balap liar tersebut juga diduga disertai praktik perjudian. Dugaan ini masih didalami aparat kepolisian sebagai bagian dari pengembangan kasus.
Saat ini, para remaja beserta barang bukti telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Ada lima orang remaja yang ditangkap. Salah satunya mahasiswa.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, sekaligus meminta warga segera melapor jika menemukan indikasi balap liar di wilayahnya.
Foto : Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Tampang lima remaja yang kerap melakukan aksi balap liar di jalur utama Bandung–Garut saat ditemui Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Sumedang, Senin (19/1/2026)
| 95 Calon Jemaah Haji Sumedang Siap Berangkat, 15 Persen Lansia |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Hari Ini Satlantas Polres Sumedang di Kantor Kecamatan Cimanggung |
|
|---|
| 5 Duta Ekoteologi Dipilih Kemenag Jabar, Untuk Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Nilai Keagamaan |
|
|---|
| DPRD Beri 167 Catatan, Bupati Sumedang Siapkan Langkah Konkret untuk Perbaikan Kinerja |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Polres Sumedang Hari Ini di Sekitar Alun-alun Tanjungsari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Pelaku-Balap-Liar-di-Kahatex.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.