Kamis, 23 April 2026

Balap Liar Pelajar dan Mahasiswa

Momen Haru Pelaku Balap Liar Sungkem ke Orangtua: Mengaku Kapok

Suasana berbeda terasa di Polsek Jatinangor, Senin (19/1/2026). Lima remaja yang sebelumnya diciduk polisi akibat aksi balap liar

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Kiki Andriana
SUNGKEM - Lima remaja yang sebelumnya diciduk polisi akibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut bersimpuh di hadapan orang tua, di Mapolsek Jatinangor, Sumedang, Senin (19/1/2026). 

Ringkasan Berita:* Suasana berbeda terasa di Polsek Jatinangor, Senin (19/1/2026). Lima remaja yang sebelumnya diciduk polisi akibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut tampak tak lagi garang
 
* Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, menegaskan bahwa penanganan terhadap para remaja tersebut masih berada dalam tahap pembinaan

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Suasana berbeda terasa di Polsek Jatinangor, Senin (19/1/2026). Lima remaja yang sebelumnya diciduk polisi akibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut tampak tak lagi garang. 

Mereka duduk tertunduk, mengenakan pakaian lengkap, lalu satu per satu bersimpuh di hadapan orang tua mereka. Tangis pecah. Para remaja itu sungkem, mencium tangan ayah dan ibu mereka. 

Sesekali, mereka mengusap air mata yang jatuh. Di sudut ruangan, seorang ibu terlihat merangkul anaknya, lalu membisikkan nasihat dengan bibir mendekat ke telinga sang anak.

Momen haru itu menjadi penutup dari rangkaian penindakan balap liar yang dilakukan Polsek Jatinangor bersama Tim Resmob Polres Sumedang. 

Sebelumnya, kelima remaja tersebut diamankan terkait balap liar yang memblokade jalur nasional Bandung–Garut di kawasan PT Kahatex, Jatinangor, Minggu (18/1/2026) malam.

Baca juga: Pengakuan Pelaku Balap Liar Milih Jalanan Nasional Daripada Sirkuit Resmi

“Ya, merasa bersalah. Barusan berjanji ke mamah untuk tidak mengulangi lagi. Sudah kapok. Saya minta maaf,” kat AC (20), warga Dusun Warungkalde RT 03/01 Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, dengan suara bergetar.

Permintaan maaf juga disampaikan kepada masyarakat pengguna jalan. 

“Mohon maaf sudah mengganggu perjalanan. Saya kapok,” ucapnya singkat.

Mengaku Kapok

Salah satu remaja yang diamankan, MR (20), mahasiswa Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang, mengaku menyesali perbuatannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan penyesalan di hadapan orang tua dan petugas.

“Saya minta maaf dan tidak akan mengulang lagi. Fokus ke balap resmi saja, fokus kuliah juga,” ujar Danny.

Warga Gunungmanik RT 04/17 Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ini menegaskan tidak akan lagi turun ke jalan untuk balap liar.

“Enggak akan balap liar. Mending ikut event resmi,” katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved