Minggu, 26 April 2026

TNI Gadungan Tempel Pangkat Kapten Saat Tipu Pedagang Telur di Sumedang

Anggota TNI gadungan tersebut diringkus Polisi di wilayah Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (24/4/2026)

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
TNI GADUNGAN - Tampang TNI gadungan yang diringkus Unit Reskrim Polsek Pamulihan, dan Tim Resmob Polres Sumedang, Jumat (24/4/2026) malam. 
Ringkasan Berita:* Berdasarkan data yang dihimpun Tribun, TNI gadungan tersebut berinisial EJG (64), warga Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Anggota TNI gadungan tak berkutik saat diringkus Aparat Kepolisian. 

Pria berusia senja tersebut diringkus Tim Resmob Polres Sumedang dan Unit Reskrim Polsek Pamulihan lantaran telah menipu seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang

Anggota TNI gadungan tersebut diringkus Polisi di wilayah Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (24/4/2026) sekira pukul 21.15 WIB. 

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun, TNI gadungan tersebut berinisial EJG (64), warga Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, mengatakan, saat melancarkan aksinya pelaku berseragan TNI berpangkat Kapten. 

Baca juga: TNI Gadungan yang Tipu Pedagang Telur Sumedang Tertangkap di Kabupaten Bandung Barat

"Saat beraksi, pelaku berseragam TNI dengan name tag bernama Abdulrahman," kata Awang dikonfirmasi Tribun, Sabtu (25/4/2026) malam. 

Selain mengamankan pelaku, kata Awang, sejumlah barang bukti turut diamankan Polisi ke Markas Polres Sumedang

"Dari tangan pelaku, satu unit mobil Honda HR-V , telepon genggam, seragam mirip seragam TNI, dan atribut militer seperti sabuk dan wing turut diamankan," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang telur di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang menyamar sebagai anggota TNI.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 250 kilogram telur senilai Rp7,29 juta dilaporkan raib.

Aksi penipuan pelaku terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekira pukul 12.00 WIB. 

Saat beraksi, pelaku datang dengan modus membeli telur dalam jumlah besar dan berjanji akan melakukan pembayaran setelah barang sampai di Kecamatan Pamulihan.

Barang kemudian diantar sesuai kesepakatan. Namun sesampainya di lokasi, pelaku justru kembali memindahkan telur ke dalam mobil pribadinya, yakni sebuah Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi yang diduga palsu.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved