Minggu, 12 April 2026

Balap Liar Pelajar dan Mahasiswa

Pengakuan Pelaku Balap Liar Milih Jalanan Nasional Daripada Sirkuit Resmi

Sejumlah remaja yang diamankan polisi karena terlibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut, Kecamatan Jatinangor

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
BALAP LIAR - Perbuatan tercela diperlihatkan oleh puluhan remaja. Mereka melakukan aksi balap liar di ruas jalan Bandung - Garut, bahkan sampai memblokade jalan 

Ringkasan Berita:* Sejumlah remaja yang diamankan polisi karena terlibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut, Kecamatan Jatinangor, mengungkap alasan mengapa mereka memilih balapan di jalan umum ketimbang mengikuti ajang resmi
 
* Namun, saat didalami lebih lanjut, muncul pengakuan bahwa dalam balapan tersebut terdapat taruhan uang

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Sejumlah remaja yang diamankan polisi karena terlibat aksi balap liar di jalur Bandung–Garut, Kecamatan Jatinangor, mengungkap alasan mengapa mereka memilih balapan di jalan umum ketimbang mengikuti ajang resmi.

Dalam pemeriksaan di Polsek Jatinangor, para remaja itu menyebut balap liar dilakukan bukan semata untuk adu kecepatan, melainkan sebagai ajang “nyeting bareng” antarpenggemar motor agar tercipta kekompakan atau chemistry.

Berikut ini dialog wartawan TribunJabar.id dengan apra remaja yang tertunduk lesu di Mapolsek Jatinangor, usai tadi malam, Minggu (18/1/2026) mereka terciduk lengkap dengan motor balap modifikasi yang mereka kendarai:

“(Kenapa enggak ikut event resmi?) Mau nyeting bareng, cuma biar ada (chemistry),” ujar salah seorang remaja.

Mereka juga mengaku sempat berencana mengikuti balapan resmi yang digelar di Kota Bandung. 

“Itu buat event di Bandung. Ada yang kenal, mau balap di Bandung,” kata remaja lainnya.

Baca juga: Pelaku Balap Liar di Sumedang Ada yang Pelajar dan Mahasiswa

Selain berasal dari Jatinangor, sebagian pelaku balap liar di jalur Bandung-Garut depan PT Kahatex diketahui datang dari luar wilayah.

“Kalau orang (kelompok?) lain ada yang dari luar Jatinangor,” ungkap salah seorang remaja.

Ketika ditanya apakah sering melakukan balap liar, salah seorang di antaranya menjawab tidak.

“Enggak sering, Pak.”

Wartawan juga menggali dugaan adanya praktik perjudian dalam aksi balap liar tersebut. Seorang remaja mengaku tidak mengetahui secara pasti. 

“Kurang tahu,” ujarnya. “Saya cuma nonton.”

Namun, saat didalami lebih lanjut, muncul pengakuan bahwa dalam balapan tersebut terdapat taruhan uang. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved