Kamis, 11 Juni 2026

PMI Asal Pangandaran Telantar

PMI Asal Kalipucang Pangandaran Mengaku Disiksa dan Kerja Paksa di Kamboja, Minta Tolong Pemerintah

Seorang PMI asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikabarkan telantar di Kamboja, mengaku disiksa, kerja dipaksa, minta tolong kepada pemerintah

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
istimewa/Dok. Agus Hidayat
TELANTAR DI KAMBOJA - Kondisi Agus Hidayat (37), warga Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran saat ini terlantar di penampungan di Kamboja. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikabarkan telantar di Kamboja.
  • Kini, sedang meminta bantuan pemerintah agar bisa dipulangkan ke kampung halamannya di Pangandaran.
  • Saat ini, Agus mengaku tinggal di sebuah penampungan di Kamboja seusai mengalami masalah dengan agen penyalur kerja.
  • Agus mengaku sudah berada di lokasi penampungan selama kurang lebih tiga bulan tanpa kepastian. 

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Seorang Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dikabarkan telantar di Kamboja.

Kini, sedang meminta bantuan pemerintah agar bisa dipulangkan ke kampung halamannya di Pangandaran.

PMI itu diketahui bernama Agus Hidayat (37), warga Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang

Saat ini, Agus mengaku tinggal di sebuah penampungan di Kamboja seusai mengalami masalah dengan agen penyalur kerja.

Melalui pesan WhatsApp yang diterima pada Jumat (10/4/2026), Agus menyampaikan permohonan bantuan karena tidak memiliki biaya untuk membeli tiket pulang ke Indonesia.

"Pak, saya warga Pangandaran Kalipucang minta bantuan ingin pulang ke kampung. Tidak punya uang untuk beli tiket. Saya di Kamboja karena agen tidak bertanggung jawab," tulis Agus dalam pesannya.

Agus mengaku sudah berada di lokasi penampungan selama kurang lebih tiga bulan tanpa kepastian. 

Baca juga: PMI Asal Garut Jadi Korban Penipuan Kerja di Arab, Minta Dijemput Pulang, "Saya Tidak Kuat"

Baca juga: Kronologi PMI Asal Sumedang Patah Kaki dan Dideportasi dari Suriah

Ia pun menyebut sempat mendapatkan tawaran tiket subsidi, namun tetap tidak mampu membayarnya.

Agus pun sudah melapor ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, bantuan yang diberikan baru sebatas pengurusan dokumen seperti paspor dan visa.

"Saya sudah lapor ke KBRI, tapi hanya dibantu pengurusan paspor dan visa. Untuk tiket pulang harus beli sendiri, makanya saya masih di penampungan," ucapnya.

Agus menceritakan selama bekerja di Kamboja, dirinya tidak menerima gaji sebagaimana yang dijanjikan. 

Ia awalnya dijanjikan bekerja sebagai marketing dengan gaji Rp 16 juta per bulan, namun justru dipekerjakan sebagai pelaku penipuan daring (scam) dan mengaku mengalami tekanan hingga kekerasan.

"Kerja juga dipaksa, kadang mendapat siksaan," kata Agus.

AGus Hidayat Telantar_2
TELANTAR DI KAMBOJA - Kondisi Agus Hidayat (37), warga Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran saat ini terlantar di penampungan di Kamboja.
Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved