Pemangkasan Pohon di Kalipucang Pangandaran Bikin Listrik Mati, Warga Mengeluh
Kegiatan pemangkasan dahan pohon di sejumlah titik Jalan Raya Nasional wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Kegiatan pemangkasan dahan pohon di sejumlah titik Jalan Raya Nasional wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menuai sorotan dari warga
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kegiatan pemangkasan dahan pohon di sejumlah titik Jalan Raya Nasional wilayah Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, menuai sorotan dari warga.
Pasalnya, proses pemangkasan yang berlangsung beberapa hari terakhir diduga dilakukan tanpa koordinasi dengan instansi terkait hingga menyebabkan kabel listrik dan kabel internet tertimpa dahan pohon yang dipotong.
Pemangkasan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya kawasan Blok Emplak dan wilayah Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang.
Saat pekerjaan berlangsung, terlihat sejumlah pekerja berpakaian sipil menggunakan alat potong untuk memangkas dahan-dahan pohon yang berada di bahu jalan.
Dalam prosesnya, arus lalu lintas sempat dihentikan dari dua arah untuk mengantisipasi jatuhnya dahan berukuran besar ke badan jalan.
Baca juga: 7 Agenda Besar di Wilayah Ciamis-Pangandaran dan Garut Bulan Ini
Namun, pelaksanaan pemangkasan itu justru memicu keluhan warga sekitar. Mereka menilai pekerjaan dilakukan tanpa perencanaan yang matang sehingga dahan pohon yang tumbang menimpa jaringan utilitas di sekitar lokasi.
Seorang pemilik warung di Desa Putrapinggan, Tatik, mengaku kecewa dengan cara kerja para pekerja di lapangan.
"Sekarang mati lampu karena terkena dahan pohon yang dipangkas petugas. Harusnya kalau ada pemangkasan seperti ini, pekerja didampingi pihak PLN, Dinas Perhubungan, dan kepolisian lalu lintas," ujar Tatik kepada sejumlah wartawan di Putrapinggan, Rabu (10/6/2026) pagi.
Menurutnya, pemangkasan dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan keberadaan kabel listrik maupun jaringan internet yang berada di sekitar pohon.
"Motong dahan pohon juga asal-asalan, asal tumbang. Apalagi para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Kalau memang dari Kementerian PUPR, harusnya lebih paham soal SOP pekerjaan dan keselamatan kerja," katanya.
Ia menyebut, gangguan listrik di wilayah itu bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku pernah menghubungi pihak PLN saat terjadi pemadaman listrik pada malam hari ketika satu anggota keluarganya sedang sakit.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, mengaku tidak menerima pemberitahuan maupun pelibatan secara resmi terkait kegiatan pemangkasan pohon itu.
"Kami tidak dilibatkan. Informasi yang kami terima, kegiatan itu dari Kementerian PUPR," ucap Nana.(*)
| Warga Mangkubumi Tasikmalaya Pengguna Pertamax Terpaksa Beralih ke Pertalite |
|
|---|
| 7 Agenda Besar di Wilayah Ciamis-Pangandaran dan Garut Bulan Ini |
|
|---|
| Beda dengan Edisi Qatar, Toko Jersey Piala Dunia 2026 di Tasikmalaya Meringis Sepi |
|
|---|
| PDI Perjuangan Pangandaran Dukung Kritik Fraksi soal Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai |
|
|---|
| 3 Pasar Tradisional di Pangandaran Catat Harga Cabai Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/pemangkasanpohonhonhonhonhon.jpg)