Rabu, 6 Mei 2026

20 Jalur Tikus Menuju Pantai Pangandaran Ditemukan Bapenda, PAD Bocor 10 Persen

Bapenda Kabupaten Pangandaran mendeteksi adanya puluhan jalur tikus yang dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Padna
TANGANI PAD BOCOR - Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, menangani soal kebocoran PAD di ruangan kantornya, Senin 5 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Bapenda Pangandaran temukan puluhan jalur tikus wisata tanpa retribusi.
  • Jalur tikus sebabkan kebocoran PAD, terutama malam Tahun Baru.
  • Penutupan jalur, penertiban, dan sistem pantau retribusi real time disiapkan.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mendeteksi adanya puluhan jalur tikus yang dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran tanpa membayar retribusi resmi. 

Kondisi itu dinilai menjadi satu penyebab kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya saat malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan, menutup jalur tikus menjadi evaluasi utama dalam upaya memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata.

"Memang ada yang membawa wisatawan dan ada juga yang mengarahkan masuk lewat jalur tikus," ujar Sarlan kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Senin (5/1/2026) siang.

Baca juga: Ugal-ugalan di Jalan Wisata Pangandaran, Mobil Fortuner Dikejar Warga dan Diadang Polisi

Keberadaan jalur tikus itu dimanfaatkan terutama pengendara roda dua yang ingin menghindari pembayaran tiket masuk. Akibatnya, potensi pendapatan daerah tidak tercatat secara optimal.

"Malam Tahun Baru kemarin, itu terjadi kebocoran retribusi karena banyak wisatawan masuk menggunakan sepeda motor dan mencari jalan tikus," katanya.

Ia menyebut, pada malam pergantian tahun, PAD dari retribusi wisata yang masuk hanya mencapai Rp 610 juta. Padahal, berdasarkan estimasi kunjungan, seharusnya pendapatan lebih tinggi.

"Kalau kita bandingkan dengan hari Minggu (4/1/2025), pendapatan bisa mencapai Rp 750 juta dengan jumlah kunjungan yang hampir sama. Artinya ada potensi berkurang sekitar 10 persen," ucap Sarlan.

Dari total sekitar 20 jalur tikus yang teridentifikasi bocor, Sarlan memperkirakan masih ada sekitar 10 jalur yang belum sepenuhnya ditutup. 

Namun, dilakukan penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran.

"Di Pantai Timur ada tiga jalur yang sudah ditutup, kemudian di Cikembulan dan beberapa titik lainnya. Beberapa pelaku juga sudah diamankan untuk diberikan pembinaan," ujarnya.

Para pelaku sudah membuat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika kembali melakukan pelanggaran, mereka siap diproses secara hukum.

"Saya juga meminta kepada masyarakat yang selama ini mengarahkan wisatawan ke jalur tikus agar menghentikan praktik tersebut," katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved