20 Jalur Tikus Menuju Pantai Pangandaran Ditemukan Bapenda, PAD Bocor 10 Persen
Bapenda Kabupaten Pangandaran mendeteksi adanya puluhan jalur tikus yang dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Bapenda Pangandaran temukan puluhan jalur tikus wisata tanpa retribusi.
- Jalur tikus sebabkan kebocoran PAD, terutama malam Tahun Baru.
- Penutupan jalur, penertiban, dan sistem pantau retribusi real time disiapkan.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mendeteksi adanya puluhan jalur tikus yang dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran tanpa membayar retribusi resmi.
Kondisi itu dinilai menjadi satu penyebab kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya saat malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.
Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan, menutup jalur tikus menjadi evaluasi utama dalam upaya memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata.
"Memang ada yang membawa wisatawan dan ada juga yang mengarahkan masuk lewat jalur tikus," ujar Sarlan kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Senin (5/1/2026) siang.
Baca juga: Ugal-ugalan di Jalan Wisata Pangandaran, Mobil Fortuner Dikejar Warga dan Diadang Polisi
Keberadaan jalur tikus itu dimanfaatkan terutama pengendara roda dua yang ingin menghindari pembayaran tiket masuk. Akibatnya, potensi pendapatan daerah tidak tercatat secara optimal.
"Malam Tahun Baru kemarin, itu terjadi kebocoran retribusi karena banyak wisatawan masuk menggunakan sepeda motor dan mencari jalan tikus," katanya.
Ia menyebut, pada malam pergantian tahun, PAD dari retribusi wisata yang masuk hanya mencapai Rp 610 juta. Padahal, berdasarkan estimasi kunjungan, seharusnya pendapatan lebih tinggi.
"Kalau kita bandingkan dengan hari Minggu (4/1/2025), pendapatan bisa mencapai Rp 750 juta dengan jumlah kunjungan yang hampir sama. Artinya ada potensi berkurang sekitar 10 persen," ucap Sarlan.
Dari total sekitar 20 jalur tikus yang teridentifikasi bocor, Sarlan memperkirakan masih ada sekitar 10 jalur yang belum sepenuhnya ditutup.
Namun, dilakukan penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran.
"Di Pantai Timur ada tiga jalur yang sudah ditutup, kemudian di Cikembulan dan beberapa titik lainnya. Beberapa pelaku juga sudah diamankan untuk diberikan pembinaan," ujarnya.
Para pelaku sudah membuat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika kembali melakukan pelanggaran, mereka siap diproses secara hukum.
"Saya juga meminta kepada masyarakat yang selama ini mengarahkan wisatawan ke jalur tikus agar menghentikan praktik tersebut," katanya.
| Kodim 0625/Pangandaran Serahkan Bantuan Truk Operasional untuk 5 Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Kunjungan Wisata Long Weekend di Pantai Pangandaran Meningkat, Antrean Kendaraan Terjadi Sejak Pagi |
|
|---|
| 217 Jemaah Haji Pangandaran Berangkat Mei 2026: Jadwal Lengkap dan Tanpa Biaya Tambahan |
|
|---|
| Rumput Laut Krispi, Camilan Renyah dan Lezat dari Sudut UMKM Kalipucang Pangandaran |
|
|---|
| Wisata Alam Karinjing Forest di Kalipucang Terbengkalai, Sepi Pengunjung, Butuh Investor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kepala-Bapenda-Kabupaten-Pangandaran-Sarlan-Senin-5-Januari-2026-1.jpg)