Rumput Laut Krispi, Camilan Renyah dan Lezat dari Sudut UMKM Kalipucang Pangandaran
Di sebuah sudut Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terlihat aktivitas produktif rumput laut krispi dari dapur
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Selama 8 tahun usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang digerakan oleh seorang wanita paruh baya mencoba bertahan di Pangandaran. Usahanya memanfaatkan rumput laut di kawasan pesisir pantai. Namun kendala bahan baku yang minim terkadang pergerakan usahanya sempat tersendat-sendat.
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Selama 8 tahun usaha mikro kecil menengah (UMKM) rumput laut krispi yang digerakan oleh seorang wanita paruh baya mencoba bertahan di Pangandaran. Usahanya memanfaatkan rumput laut di kawasan pesisir pantai. Namun kendala bahan baku yang minim terkadang pergerakan usahanya sempat tersendat-sendat.
Di sebuah sudut Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terlihat aktivitas produktif rumput laut krispi dari dapur milik Herni (52), Sabtu (2/5/2026) pagi.
Perempuan paruh baya ini menekuni usaha pengolahan rumput laut menjadi makanan krispi siap saji sejak tahun 2018.
Lokasi produksinya tak jauh dari kawasan wisata Pantai Karapyak, yang sekaligus menjadi sumber utama bahan baku rumput laut krispi.
Baca juga: Rina Sa’adah Soroti Dampak Konflik Global terhadap Petani, Nelayan dan UMKM Termasuk di Pangandaran
Setiap harinya, Herni bersama tiga ibu-ibu yang diberdayakan memulai proses produksi dari pengambilan rumput laut di pesisir pantai.
Setelah dikumpulkan, rumput laut dibersihkan secara manual. Tentu, proses ini menjadi satu bagian penting dalam menjaga kualitas produk.
Selanjutnya, rumput laut digunting, dicuci kembali, direbus, hingga akhirnya digoreng dan dikemas menjadi camilan krispi.
"Semua proses produksi rumput laut krispi kita lakukan di sini. Alat-alatnya sudah tersedia, tinggal bahan bakunya saja yang kadang jadi kendala," ujar Herni kepada Tribun di gerai kecil yang menyatu dengan rumahnya di Bagolo.
Menurutnya, tidak selalu rumput laut tersedia di Pantai Karapyak. Jika stok di pantai menipis, ia terpaksa mendatangkan bahan baku dari Makassar.
"Kalau cara pemesanan rumput laut kami lakukan secara online, dengan waktu pengiriman mencapai sekitar 10 hari," katanya.
Dalam menjalankan usaha rumput laut krispinya, tentu kondisi tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama saat permintaan meningkat.
"Kalau bahan baku rumput laut kosong, kita harus menunggu lama. Padahal pesanan kadang banyak," ucap Herni.
Seperti pada tahun 2026 ini, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Herni mengaku sering mendatangkan rumput laut dari luar untuk menjaga keberlangsungan produksinya.
| Wisata Alam Karinjing Forest di Kalipucang Terbengkalai, Sepi Pengunjung, Butuh Investor |
|
|---|
| Truk Boks Terguling di Pangandaran, Sopir Terjepit 2 Jam Usai Hindari Motor Mendadak |
|
|---|
| Kondisi Pusat Belanja di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran yang Kumuh |
|
|---|
| Tata Kabel Udara di Pangandaran Agar Tak Semrawut, PLN Akan Tanam Kabel Bawah Tanah Sepanjang 3,2 KM |
|
|---|
| Perkuat Standar Keselamatan Wisata Tirta, Balawista di Pangandaran Wajib Sertifikasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/rumputlautkrispipipipi.jpg)