Selasa, 12 Mei 2026

Pantai Batuhiu di Pangandaran Tergerus Ombak Besar, Nelayan Minta Dibangun Tembok Penahan

giliran Pantai Batuhiu di Kabupaten Pangandaran yang mengalami pengikisan atau abrasi bibir pantai akibat terjangan ombak besar terus menerus

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Padna
ABRASI DI BATUHIU - Setelah Batukaras dan Kertamukti. Kini giliran Pantai Batuhiu di Kabupaten Pangandaran yang mengalami pengikisan bibir pantai. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ancaman abrasi kembali menghantui pesisir selatan Jawa Barat. Setelah Batukaras dan Kertamukti. Kini giliran Pantai Batuhiu di Kabupaten Pangandaran yang mengalami pengikisan bibir pantai.

Kondisi di lapangan, hantaman ombak besar terus-menerus menggerus bibir pantai dan mempercepat kerusakan garis pantai yang kian memprihatinkan.

"Jadi, fenomena ini bukan hal baru," ujar Purnama (44), seorang pedagang keliling, di sekitar Pantai Batuhiu, Minggu (28/9/2025) pagi.

Ia pun mengingat kembali abrasi hebat pada 2018, saat gelombang tinggi naik hingga ke daratan.

"Itu yang paling parah. Sekarang mulai ke arah sana lagi," katanya.

Menurutnya, intensitas angin kencang dan gelombang besar menjadi penyebab utama abrasi yang terus memburuk. 

Baca juga: Bibir Pantai Mengalami Abrasi, Nelayan di Batu Karas Pangandaran Kesulitan Melaut

Baca juga: Kerap Alami Abrasi, Pengamanan Bibir Pantai di Pangandaran Dibangun dengan Anggaran Rp 84 Miliar

Dampaknya tak hanya mengikis pantai, tapi juga mengganggu aktivitas nelayan dan pelaku usaha wisata pantai.

Seorang nelayan di Bojongsalawe, Parigi, Mahendra, menyebut, tembok penahan abrasi sudah dibangun di wilayahnya. 

"Kalau tidak ada itu, perahu sudah tidak punya tempat sandar. Semua habis digerus ombak," ucap Mahendra.

Abrasi di Pangandaran bukan lagi masalah musiman. Karena, hal ini ancaman jangka panjang yang menggerus ruang hidup warga pesisir. 

"Di Batukaras, itu garis pantai semakin menyempit sampai memaksa nelayan memarkir perahu di bahu jalan," ujarnya.

Akibatnya, tidak hanya menghambat kegiatan ekonomi, abrasi juga mengancam infrastruktur penting di sekitar pantai mulai dari jalan, warung, hingga kawasan wisata.

"Jadi, harus secepatnya dibangun tembok penahan ombak seperti di Bojongsalawe dan itu harus diperluas," kata Mahendra. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved