Bibir Pantai Mengalami Abrasi, Nelayan di Batu Karas Pangandaran Kesulitan Melaut
Ketua Rukun Nelayan di Batu Karas, Ujang Warman mengatakan, saat ini perahu nelayan sulit untuk disandarkan termasuk kesulitan ketika hendak melaut.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Sepanjang bibir pantai di Pantai Batu Karas blok Sanghiyangkalang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran mengalami abrasi. Hal tersebut menjadi keluhan para nelayan.
Abrasi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun ke belakang yang berdampak terhadap nelayan. Karena, para nelayan kesulitan untuk menyandarkan perahu miliknya.
Ketua Rukun Nelayan di Batu Karas, Ujang Warman mengatakan, saat ini perahu nelayan sulit untuk disandarkan termasuk kesulitan ketika hendak melaut.
"Apalagi, jika kondisi air laut sedang pasang, nelayan akan kesulitan saat melaut," ujar Ujang melalui WhatsApp, Jumat (15/5/2025) siang.
Baca juga: Kerap Alami Abrasi, Pengamanan Bibir Pantai di Pangandaran Dibangun dengan Anggaran Rp 84 Miliar
Ketika pasang, luapan air kadang-kadang bisa sampai ke jalan utama. Tentu, kondisi itu sudah sangat parah dan berdampak terhadap nelayan."Ini suka terjadi setiap tahun, tapi sekarang semakin parah," katanya.
Akibat abrasi, banyak perahu yang biasanya disandarkan di tepi pantai, kini semakin mepet ke dekat jalan utama."Jadi, abrasinya memang semakin dalam," ucap Ujang.
Untuk mengatasi hal itu, satu solusi terbaik untuk membantu nelayan yaitu membangun kolam pelabuhan di sekitar pantai itu.
"Ide itu bisa menjadi solusi bagi kita, agar semua nelayan bisa dengan mudah pulang pergi melaut," ujarnya.
Solusi tersebut, sebelumnya sudah diusulkan ke Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan kolam pelabuhan di Batu Karas."Ya, semoga bisa terealisasi," ucapnya.
Baca juga: Pembongkaran Bangunan Kios di PW Pananjung, PUPR di Pangandaran Gelontorkan Anggaran Rp 750 Juta
| Kondisi Pusat Belanja di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran yang Kumuh |
|
|---|
| Tata Kabel Udara di Pangandaran Agar Tak Semrawut, PLN Akan Tanam Kabel Bawah Tanah Sepanjang 3,2 KM |
|
|---|
| Perkuat Standar Keselamatan Wisata Tirta, Balawista di Pangandaran Wajib Sertifikasi |
|
|---|
| Akhir Pekan, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Diberlakukan di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran |
|
|---|
| Harga Kelapa Tua di Pangandaran Anjlok Hingga Rp 1.500 Per Butir, Petani dan Bakul Terus Tertekan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/ABRASI-PANTAI-BATU-KARAS-pangandaran-1.jpg)