Senin, 18 Mei 2026

Keracunan MBG di Cisarua

UPDATE Data Terbaru: 132 Siswa di Cisarua Bandung Barat Keracunan MBG

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lia N Sukandar mengatakan bahwa ada 132 siswa yang tercatat sebagai korban keracunan MBG

Tayang:
Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Rahmat Kurniawan
KERACUNAN MBG CISARUA - Siswa SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Barat yang keracunan MBG mendapatkan penanganan lebih lanjut, Selasa (14/10/2025). Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lia N Sukandar mengatakan bahwa ada 132 siswa yang tercatat sebagai korban keracunan MBG. 

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG BARAT - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Lia N Sukandar mengatakan bahwa ada 132 siswa yang tercatat sebagai korban keracunan Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Cisarua. Mayoritas korban berasal dari SMP Negeri 1 Cisarua, KBB.

"Total update sekarang hingga sekitar jam 20.00 WIB malam ini ada 132. Jadi 132 siswa, totalnya yang diduga keracunan," kata Lia di SMP Negeri 1 Cisarua, KBB, Selasa (14/10/2025).

Lia mengungkapkan, siswa korban keracunan MBG telah mendapatkan penanganan medis. Mulai di posko utama SMP Negeri 1 Cisarua hingga di fasilitas kesehatan rujukan.

Meski begitu, Lia belum membeberkan lebih rinci jumlah siswa yang masih menjalani perawatan. Yang pasti, mereka mendapatkan perawatan di posko utama, RSUD Cibabat, hingga RSUD Lembang.

Baca juga: Puluhan Siswa SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Barat Keracunan Usai Makan MBG

"Saat ini dinas kesehatan dan pendidikan, kami sedang fokus penanganan kasus diduga keracunan MBG. Kalau data rujukan dan yang masih dirawat saya belum ada data detail," ungkapnya.

Lia menegaskan bahwa, pihaknya telah menyiapkan tenaga medis yang cukup untuk menangani kasus keracunan di Cisarua. Termasuk fasilitas pendukung seperti tabung oksigen, obat-obatan, hingga armada ambulans.

"Saat ini kami cukup, oksigen, obat-obatan, tenaga medis sudah cukup. Karena kami belajar dari Cipongkor, tentunya mau total berapa-berapa kami siap. Rumah sakit rujukan sudah kami siapkan, klinik juga sudah jejaring sudah kami siapkan," tegasnya.

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Barat

Keracunan MBG terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Selas (14/10/2025). Siswa-siswa di SMP 1 Cisarua mulai bertumbangan usai menyantap sajian MBG berupa nasi, daging ayam, sayur, hingga sepotong buah.

SMP  Negeri 1 Cisarua mendapatkan jatah 1.304 paket MBG. Dari jumlah itu, sekitar 1.255 paket MBG dibagikan dan dikonsumsi oleh siswa.

Keracunan diduga berasal dari lauk berupa daging ayam yang telah berbau tidak sedap atau basi. 

Baca juga: Polisi Ambil Sisa Menu MBG Penyebab Keracunan Siswa SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Barat

Sebelumnya disebutkan kasus keracunan MBG yang terjadi di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hingga pukul 17.30 WIB Selasa (14/10/2025), ada 115 siswa yang tercatat sebagai korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain ditangani di posko sekolah, puluhan siswa yang keracunan juga telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

"Yang di posko (SMP Negeri 1 Cisarua) ada 11 siswa, tadi ada sekitar 56 yang dirujuk ke Puskesmas, RSUD Cibabat dan RSUD Lembang, dan sebagian besar sudah pulang, kalau total yang tercatat ada 115 siswa," kata Plt Camat Cisarua, Herman Permadi di posko SMP Negeri 1 Cisarua, KBB.

Herman mengungkapkan, petugas saat ini masih bersiaga untuk menampung siswa yang mengalami keracunan MBG

Pantauan di lokasi, setidaknya ada 2 kelas yang telah dijadikan posko penampungan dengan fasilitas tempat tidur lipat.

Di sisi lain, Herman menjelaskan bahwa, MBG penyebab keracunan di SMP Negeri 1 Cisarua berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Panyandaan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua.

SPPG tersebut mendistribusikan 3.649 paket MBG ke sejumlah sekolah termasuk SMP Negeri 1 Cisarua. Tercatat ada 1.304 paket MBG yang didistribusikan ke SMP Negeri 1 Cisarua.

"Jadi kurang lebih ada 8 sekolah. Sejauh ini tidak ada laporan dari sekolah lain. Dan SPPG tersebut telah beroperasi lebih dari satu bulan dan sejauh ini tidak ada masalah," ujarnya.

Baca juga: SPPG Manonjaya Cibeber Buka Suara Soal Dugaan Keracunan MBG untuk Balita di Tasikmalaya

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Barat

Baca juga: 54 Siswa Keracunan MBG di SMPN 1 Cisarua, Kondisi 16 Siswa Memburuk: Diinfus hingga Dirujuk ke RS

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua Bandung Barat

Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 1 Cisarua, KBB, Agus Solihin turut mengkonfirmasi ada sekitar 1.300 paket MBG yang dibagikan pada Selasa (14/10/2025). Dari jumlah tersebut, ada 1.255 paket MBG yang telah dibagikan hingga dikonsumsi oleh siswa.

Paket MBG tiba di SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat pada pukul 09.00 WIB. Paket tersebut kemudian dibagikan pada pukul 09.30 WIB.

"Sampai jam 9 pagi, dibagikan jam 9.30 WIB. Durasi 9 pagi sampai 10 pagi, anak-anak makan, sudah itu biasa, tidak ada apa-apa," kata Agus.

Gejala keracunan baru muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Dimana, para siswa mulai mengeluhkan sejumlah gejala keracunan seperti mual, pusing, dan muntah-muntah.

"Muncul jam 11, ada yang pusing, mual, dipisahkan mana yang pusing mana yang mual. Ada yang muntah-muntah juga," ungkapnya.

Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pihak  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga puskesmas untuk melakukan penanganan terhadap siswa-siswi yang mengalami keracunan.

Setidaknya ada 3 ruangan yang dijadikan tempat penampungan siswa keracunan, mulai dari laboratorium komputer, ruang multimedia, dan satu ruangan kelas.

Hingga pukul 13.00 WIB, ada 54 siswa yang terkonfirmasi mengalami keracunan. Selain mendapatkan perawatan di sekolah, sejumlah siswa mulai dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Sampai jam 1 ada 54 siswa yang mengalami keracunan, betul sudah yang dirujuk ke rumah sakit, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, sama puskesmas sekitar sini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved