Keracunan MBG di Cisarua
4 Guru SD Dibawa ke Posko Keracunan MBG Cisarua Bandung Barat
Ada 4 orang Guru SD yang dibawa ke posko keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG BARAT - Ada 4 orang Guru SD yang dibawa ke posko keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dua guru berasal dari SD Negeri 1 Barukai dan dua guru berasal dari SD Negeri 1 Garuda.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Barukai, Supriatna mengatakan bahwa dua guru yang dibawa ke posko keracunan MBG adalah Feni Shaila dan Bella Nurfadilah.
"Ada dua orang guru di kami, yang satu sudah dirujuk ke rumah sakit, yang dirujuk itu Ibu Feni," kata Supriatna di posko SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, Rabu (15/10/2025).
Supriatna mengungkapkan, dari dua guru tersebut, hanya Feni yang ikut mencicipi menu MBG pada Selasa (14/10/2025).
Baca juga: Keracunan MBG Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Cisarua Bandung Barat Bertumbangan
"Yang satu tidak tahu karena sugesti atau memang lagi tidak enak badan, karena kemarin tidak mencicipi MBG. Tapi ada gejala kita bawa saja ke sini biar ditangani," ungkapnya.
Supriatna menjelaskan, sekolahnya menerima 471 paket MBG. Menu MBG yang disuguhkan berupa nasi putih, tahu goreng, daging ayam, sayur, dan sepotong buah melon.
Selain guru, ada 6 siswa yang mengalami gejala keracunan seperti mual dan pusing sehari setelah mengonsumsi MBG.
"Baru mulai ada gejala jam 9 jam 10 tadi, baru kelihatan ada indikasi gejala gejala ke arah keracunan. Dua guru dan 6 siswa. Siswa masih ditanggulangi di Posko SMP Negeri 1 Keracunan. Guru yang kemarin mencicipi MBG pas pulang kemarin ke rumah memang pusing mual. Tadi sampai ke sekolah kerasa lagi, tadinya tidak mau dibawa ke rumah sakit, melihat kondisinya dipaksa mau juga, sekarang sudah dibawa," jelasnya.
Baca juga: Daftar 7 Faskes yang Jadi Tempat Perawatan Korban Keracunan MBG di Cisarua, Ada RSUD Lembang
Selain guru SD Barukai, Supriatna juga mengkonfirmasi ada dua guru dari SD Negeri 1 Garuda yang dibawa ke posko keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua.
"Betul tadi memang ada 2 guru dari SD Garuda yang ditangani di sini," ujarnya.
Supriatna menambahkan, MBG merupakan program positif dari pemerintah. Meski begitu, adanya rentetan peristiwa keracunan MBG diharapkan menjadi perhatian serius.
Evaluasi secara menyeluruh harus dilakukan agar kejadian keracunan MBG tidak terjadi di kemudian hari.
"Karena ini program pemerintah, bagus, tapi mungkin tinggal evaluasi kontrol ke semua dapur SPPG sehingga menu MBG yang dikirim ke sekolah itu bisa dijamin keamanan untuk kesehatan siswa seluruh Indonesia," tandasnya.
Baca juga: UPDATE Data Terbaru: 132 Siswa di Cisarua Bandung Barat Keracunan MBG
| 502 Korban Keracunan MBG di Cisarua, Posko di SMPN 1 Cisarua Bandung Barat Ditutup |
|
|---|
| Keracunan MBG di Cisarua Bikin Orang Tua Trauma, 2 Anaknya Masih Lemas, Anggota DPRD Desak Evaluasi |
|
|---|
| Update Korban Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat, Mencapai 345 Siswa dan 4 Guru |
|
|---|
| Daftar 7 Faskes yang Jadi Tempat Perawatan Korban Keracunan MBG di Cisarua, Ada RSUD Lembang |
|
|---|
| Keracunan MBG Lagi, Giliran Siswa SMKN 1 Cisarua Bandung Barat Bertumbangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/keracunan-mbg-di-sd-cisarua-1.jpg)