Minggu, 26 April 2026

Jelang Idul Adha, Tim Gabungan di Pangandaran Sidak ke Pasar Hewan dan Kandang Ternak

Jelang Idul Adha, Tim Gabungan di Pangandaran Sidak ke Pasar Hewan dan Kandang Ternak

Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/padna
Jelang Idul Adha, Tim Gabungan di Pangandaran Sidak ke Pasar Hewan dan Kandang Ternak 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Menjelang hari raya Idul Adha 2024, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran bersama dokter hewan serta kepolisian melakukan pengawasan ke kandang - kandang penjual hewan kurban.

Pengawasan tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan hewan-hewan kurban di Kabupaten Pangandaran sebelum disembelih.

Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Deni Rakhmat mengatakan, pengawasan hewan kurban saat ini sudah berjalan ke sejumlah peternak atau bakul yang ada di 10 Kecamatan.

"Dua Minggu ini sudah berjalan, kita sekarang di wilayah Cimerak ke kandang di lokasi empat penjual. Hasilnya, semua hewan tidak ada masalah. Termasuk Mangunjaya dan Padaherang," ujar Deni dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Kamis (6/6/2024) siang.

Pengawasan ini langsung dilaksanakan ke lokasi kandang penjual, karena memang di Kabupaten Pangandaran tidak ada check poin khusus untuk pengecekan hewan kurban.

"Seperti dulu check poin di Pancimas Kalipucang (persimpangan Jabar - Jateng). Tapi itu sebenarnya ranah pihak provinsi. Kalau kita pengawasannya langsung ke pasar hewan dan langsung di kandang-kandang," katanya.

Menanggapi ada tidaknya hewan kurban yang terjangkit PMK dan Antraks, hingga kini Ia mengaku tidak menerima laporan dari peternak ataupun bakul.

"Ya, mungkin ada satu dua tapi itu tidak dijual untuk kurban karena mereka langsung menyembelihnya di kandang. Tapi, saya sendiri belum dapat laporan sapi yang terkena PMK atau Antraks," ucap Deni.

Sementara terkait antusias atau minat warga di Kabupaten Pangandaran yang kurban di tahun ini, itu sedikit menurun dibandingkan sebelumnya.

"Mungkin karena kondisi, mungkin karena banyak yang mau naik haji tahun depan dan ada yang menikahkan atau hajatan anaknya. Sehingga, banyak yang sementara berhenti kurban.'

"Ya, penurunannya ada sekitar 10 sampai 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Selain kemungkinan itu, suplai penjualan hewan kurban ke luar Kota itu juga sedikit menurun karena mungkin produksi hewan di luar juga cukup bagus.

"Seperti, hewan kambing itu menurun. Biasanya bos Jeong kirim 300 ekor ke Bekasi, tapi sekarang hanya 150 ekor," kata Deni.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved