Rabu, 22 April 2026

Kemiskinan di Pangandaran

35 Ribu Warga Pangandaran Berada di Bawah Garis Kemiskinan

Dari sisi jumlah penduduk miskin, Pangandaran sempat mencatat penurunan pada periode 2017 hingga 2019

Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
istimewa/Kompas.com/Shutter Stock/Asep Sur
KEMISKINAN - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Pangandaran dalam Angka 2025, salah satunya kenaikan garis kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Foto Tugu Ikan Marlin, ikon Pangandaran. 

Ringkasan Berita:
  • Pada 2017, garis kemiskinan di Pangandaran tercatat sebesar Rp 342.672 per kapita per bulan. Angka itu naik menjadi Rp 470.068 pada tahun 2024. 
  • Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan inflasi yang membuat biaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat semakin tinggi.
  • Dari sisi jumlah penduduk miskin, Pangandaran sempat mencatat penurunan pada periode 2017 hingga 2019, yakni dari 39,46 ribu jiwa menjadi 30,73 ribu jiwa.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran masih menghadapi tantangan besar dalam menekan angka kemiskinan, meskipun daerah ini mencatat tingkat pengangguran terendah di Jawa Barat.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Pangandaran dalam Angka 2025, sejumlah indikator ekonomi makro menunjukkan fluktuasi cukup tajam. 

Satu di antaranya yang menjadi sorotan adalah kenaikan garis kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2017, garis kemiskinan di Pangandaran tercatat sebesar Rp 342.672 per kapita per bulan. Angka itu naik menjadi Rp 470.068 pada tahun 2024. 

Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan inflasi yang membuat biaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat semakin tinggi.

Dari sisi jumlah penduduk miskin, Pangandaran sempat mencatat penurunan pada periode 2017 hingga 2019, yakni dari 39,46 ribu jiwa menjadi 30,73 ribu jiwa.

Namun, pandemi COVID-19 pada 2020 – 2021 kembali mendorong kenaikan angka kemiskinan hingga mencapai 39,07 ribu jiwa atau sekitar 9,65 persen.

Baca juga: Bantuan Tak Kunjung Turun, Rumah Janda Miskin di Ciamis Akhirnya Ambruk

Baca juga: Pengangguran di Jabar Tembus 1,81 Juta Orang, Warga Miskin Turun, Sejahtera Masih Lama

Memasuki masa pemulihan pasca pandemi pada 2022 hingga 2024, angka kemiskinan mulai menunjukkan tren penurunan. 

Pada 2024, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 35,95 ribu jiwa atau setara 8,75 persen dari total populasi.

Statistisi Muda BPS di Pangandaran, Kosih Kosasih, menyampaikan tingkat kemiskinan diukur berdasarkan garis kemiskinan, yaitu rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan, baik untuk kebutuhan makanan maupun non-makanan. 

Menurutnya, indikator ini sangat dipengaruhi oleh inflasi serta kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Ia pun menegaskan konsep pengangguran berbeda dengan kemiskinan. Pengangguran mencakup mereka yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, sudah diterima bekerja namun belum mulai, hingga mereka yang putus asa mencari pekerjaan.

"Konsep bekerja didefinisikan sebagai kegiatan yang bertujuan memperoleh penghasilan, itu minimal dilakukan selama satu jam berturut-turut atau kumulatif dalam seminggu," ujar Kosih melalui seluler, Rabu (22/4/2026) pagi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved