Minggu, 19 April 2026

Anggota DPR RI Dapil Ciamis Singgung Kasus Viral Awardee LPDP yang Anaknya Jadi WNA

Kasus viral seorang awardee LPDP yang tinggal di luar negeri yang bangga anaknya bisa berstatus WNA ikut disinggung Anggota Komisi XIII DPR RI

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
SOSIALISASI - Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, saat melakukan foto bersama dengan Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Ciamis dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Selasa (3/3/2026). 

Ringkasan Berita:Kasus viral seorang awardee LPDP yang tinggal di luar negeri yang bangga anaknya bisa berstatus WNA ikut disinggung Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Ciamis, Selasa (3/3/2026)

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kasus viral seorang awardee LPDP yang tinggal di luar negeri yang bangga anaknya bisa berstatus WNA ikut disinggung Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, saat kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Ciamis, Selasa (3/3/2026).

Dalam forum bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis, Agun menilai polemik tersebut tidak bisa dilihat secara hitam-putih dengan menyalahkan individu semata. 

Ia justru menekankan pentingnya pendidikan karakter dan penanaman nilai kebangsaan sejak dini di lingkungan keluarga.

“Kalau ada yang dengan mudah mengabaikan Indonesia, saya tidak langsung menyalahkan anaknya. Saya mempertanyakan orang tuanya, keluarganya selama ini ke mana? Apakah sejak kecil sudah ditanamkan nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan?” ujarnya kepada wartawan.

Agun menyinggung bahwa dalam program beasiswa seperti LPDP, tidak secara spesifik terdapat mata pelajaran wawasan kebangsaan. 

Baca juga: Pemudik yang Melintasi Wilayah Utara Ciamis Diminta Waspada

Karena itu, menurutnya, fondasi nasionalisme seharusnya sudah tertanam kuat sejak dari rumah dan sekolah.

“Pendidikan karakter itu dimulai dari keluarga. Bagaimana nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, itu dibiasakan sejak kecil,” katanya.

Momentum Ramadan, lanjut dia, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai religius dan kebangsaan. 

Ia mengajak para ibu untuk aktif mengajarkan anak-anak tentang Pancasila, semangat persatuan, serta pentingnya menjaga solidaritas dan tidak mudah terprovokasi.

“Biasakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Karena keadilan tidak mungkin ditemukan tanpa proses musyawarah,” tegasnya.

Agun mengaku sengaja menyampaikan pesan tersebut di hadapan organisasi perempuan karena pendidikan karakter anak dinilai lebih banyak didominasi oleh peran ibu.

Menurutnya, jika generasi muda memiliki karakter kuat, religius, serta menjunjung nilai kemanusiaan dan persatuan, maka polemik-polemik terkait nasionalisme tidak akan mudah terjadi.

Selain menyoroti isu tersebut, Agun juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat Ciamis, mulai dari persoalan banjir di wilayah Pamarican hingga maraknya judi online dan investasi bodong.

Ia berharap masyarakat Ciamis tetap menjaga nilai kebangsaan dan religiusitas dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus aktif membangun solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan zaman.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved