Kamis, 11 Juni 2026

Galendo Ciamis, Makanan Tradisional Warisan Leluhur yang Tembus Pasar Dunia

Galendo yang merupakan makanan khas Ciamis dibuat melalui proses panjang yang masih dipertahankan secara tradisional

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PEMBUATAN GALENDO - Proses pembuatan makanan khas Ciamis yakni Galendo di dapur produksi Galendo Putra Bungsu di Dusun Desa, RT 05/08, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Rabu (7/1/2026). Seorang pekerja sedang mengaduk santan kelapa yang menjadi bahan baku galendo, sementara Alpin ( baju hitam) sedang mengemas galendo serbuk yang siap dijual. 

Usaha galendo ini bukanlah bisnis baru, Alpin hanya melanjutkan jejak mertuanya yang telah memproduksi galendo selama lebih dari 35 tahun.

“Kalau saya baru satu tahun jalan, tapi mertua sudah lama. Ini warisan dari orang tuanya juga,” tuturnya.

Disamping itu, galendo tak hanya bisa menghasilkan cuan saja, namun juga dijadikan sebagai upaya melestarikan makanan khas dari Tatar Galuh Ciamis.

Pada tahun 2024, Galendo Ciamis ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia setelah mengikuti pameran bersama Disbudpora Ciamis di Jakarta.

Meski diproduksi secara tradisional, jangkauan pemasaran galendo ini menembus batas geografis. 

Selain melayani pembeli yang datang langsung ke rumah, Alpin juga memasarkan produknya secara daring.

“Pengiriman online ke seluruh Indonesia. Paling jauh ke Papua. Bahkan pernah kirim dua kilo ke Mekkah, Arab Saudi," katanya.

Ongkos kirim ke luar negeri memang jauh lebih mahal dibanding harga galendo itu sendiri. 

Namun bagi para perantau, rasa galendo menjadi pengobat rindu akan kampung halaman.

Bagi Alpin, galendo bukan sekadar makanan. Ia adalah identitas, warisan, sekaligus pengingat rasa masa lalu.

“Sekarang yang suka galendo rata-rata usia di atas 30 tahun. Padahal ini makanan khas Ciamis. Anak muda juga harus tahu dan bangga,” ajaknya.

Lewat galendo, Alpin berharap generasi muda tak hanya menikmati rasa gurih kelapa, tetapi juga memahami nilai tradisi yang diwariskan dari anyaman bambu dan kearifan lokal.

Selain galendo, Alpin juga menjual minyak kelapa yang banyak sekali khasiatnya seperti melembapkan kulit dan rambut, mengatasi jerawat, serta memiliki sifat antimikroba yang melawan bakteri dan jamur.

Selain itu, baik untuk kesehatan jantung dengan meningkatkan HDL, membantu penurunan berat badan karena MCT mempercepat metabolisme dan rasa kenyang, serta mendukung fungsi otak dan pencernaan.

Untuk minyak kelapa ini, Alpin menjualnya dengan harga Rp50 ribu per liternya, namun untuk kemasannya bisa disesuaikan juga dengan keinginan pelanggan.

Lebih lanjut, Alpin menjelaskan soal nama brand Galendo Putra Bungsu yang berasal saat ia dan istrinya membeli mobil bertuliskan Putra Bungsu untuk kegiatan operasional usaha, dari sanalah ide itu muncul dan kini menjadi merk dagang untuk galendo dan minyak kelapa yang diproduksi mereka.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved