Kamis, 11 Juni 2026

Galendo Ciamis, Makanan Tradisional Warisan Leluhur yang Tembus Pasar Dunia

Galendo yang merupakan makanan khas Ciamis dibuat melalui proses panjang yang masih dipertahankan secara tradisional

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PEMBUATAN GALENDO - Proses pembuatan makanan khas Ciamis yakni Galendo di dapur produksi Galendo Putra Bungsu di Dusun Desa, RT 05/08, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Rabu (7/1/2026). Seorang pekerja sedang mengaduk santan kelapa yang menjadi bahan baku galendo, sementara Alpin ( baju hitam) sedang mengemas galendo serbuk yang siap dijual. 

Berbeda dengan banyak produsen yang kini menggunakan alat berbahan stainless, Galendo Putra Bungsu masih setia menggunakan anyaman bambu atau bilik sebagai alat penyimpanan galendo sebelum dipress.

“Ini memang cara turun-temurun. Dari orang tua mertua, sampai sekarang masih kami pertahankan,” kata Alpin.

Minyak yang keluar dari proses pengepresan inilah yang menentukan karakter galendo. 

Bila dipres kuat, galendo menjadi lebih padat. Jika dipres lebih ringan, teksturnya lebih remah dan gurih.

Dari proses tersebut, Galendo Putra Bungsu menghasilkan dua jenis produk, yakni galendo padat dan galendo serbuk.

Untuk rasa galendo sendiri yaitu khas kelapa yang legit, bisa dinikmati langsung, ditabur di nasi hangat, atau bisa juga digabung dengan berbagai varian rasa seperti cokelat, susu, atau buah-buahan. 

Dengan dua varian yang diproduksi oleh Alpin, biasanya pelanggan yang membeli punya seleranya masing-masing.

“Kalau pembeli yang datang langsung ke rumah, biasanya pilih yang padat. Tapi kalau di penjualan online, justru yang serbuk paling laku karena kata mereka rasanya bisa lebih gurih,” ungkap Alpin.

Produksi galendo dilakukan setiap hari dengan jumlah yang tidak sedikit. 

Dalam kondisi normal, galendo yang terjual berkisar 25 hingga 30 kilogram per hari. 

Namun saat momen libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, penjualan bisa melonjak drastis bahkan sampai 80 kilogram habis dalam sehari.

Soal kemasan, Alpin tak membatasi ukuran tertentu. Semua disesuaikan dengan permintaan pembeli.

“Ada yang minta satu kilo dibagi empat, dibagi dua, bahkan bisa jadi dikemas sepuluh kemasan. Kita fleksibel,” ujarnya.

Harga galendo eceran saat ini dijual Rp80 ribu per kilogram. 

Untuk reseller atau pelaku usaha yang akan menjualnya kembali, harga bisa lebih rendah, berkisar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved