Kamis, 11 Juni 2026

Galendo Ciamis, Makanan Tradisional Warisan Leluhur yang Tembus Pasar Dunia

Galendo yang merupakan makanan khas Ciamis dibuat melalui proses panjang yang masih dipertahankan secara tradisional

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PEMBUATAN GALENDO - Proses pembuatan makanan khas Ciamis yakni Galendo di dapur produksi Galendo Putra Bungsu di Dusun Desa, RT 05/08, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Rabu (7/1/2026). Seorang pekerja sedang mengaduk santan kelapa yang menjadi bahan baku galendo, sementara Alpin ( baju hitam) sedang mengemas galendo serbuk yang siap dijual. 

Ringkasan Berita:
  • Galendo Putra Bungsu di Ciamis diproduksi tradisional dari santan kelapa
  • Proses panjang dan teknik aduk jadi kunci rasa dan tekstur
  • Produksi tembus 80 kg/hari, dipasarkan hingga luar negeri

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB aroma kelapa segar mulai memenuhi dapur produksi Galendo Putra Bungsu di Dusun Desa, RT 05/08, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Rabu (7/1/2026).

Di balik kepulan uap santan yang dimasak perlahan, Alpin Ramadani (27) sibuk mengaduk wajan besar agar cairan putih itu tak berubah menjadi gosong.

Sementara satu pegawai lainnya, melakukan pemerasan santan kelapa menggunakan mesin dan satu orang lagi mengatur tungku api dan sesekali melakukan pengepresan bahan baku galendo yang mengeluarkan minyak kelapa (minyak kelntik).

Dalam tungku berbentuk vertikal memanjang itu terdapat tiga wajan besar berisi santan kelapa yang siap untuk diolah menjadi galendo.

Di tempat inilah galendo yang merupakan makanan khas Ciamis dibuat melalui proses panjang yang masih dipertahankan secara tradisional, persis seperti puluhan tahun silam.

“Prosesnya dimulai dari mobok kelapa, nyongkel, diparut, lalu diperas santannya, hingga santan itu dimasak," tutur Alpin Ramadani (27) sang empunya usaha turun temurun ini.

Baca juga: Gaji ASN Ciamis Januari 2026 Sudah Cair, Sempat Mundur karena Masalah DAU

Santan segar itu kemudian dimasak selama berjam-jam, tanpa henti diaduk hingga mengental.

Menurut Alpin, fase pengadukan menjadi kunci utama kualitas galendo.

“Kalau sudah kental, harus terus diaduk. Kalau lengah sedikit saja, bisa gosong dan muncul rasa pahit nanti di galendonya," ujarnya.

Dari santan dingin hingga menjadi galendo matang, proses memasak memakan waktu sekitar dua jam lebih. 

Namun bila dihitung sejak kelapa pertama diolah, seluruh proses produksi berlangsung sejak pukul 06.00 pagi hingga sekitar pukul 10.00–11.00 WIB.

Setelah santan berubah menjadi adonan galendo, proses belum berhenti. 

Tahap berikutnya adalah pengepresan untuk mengeluarkan minyak kelapa.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved