Rabu, 8 April 2026

Tanah Bergerak Ancam Warga Bantar

Detik-detik Pergerakan Tanah di Bantarcaringin Ciamis, Lantai Menyembul Dini Hari

Kerusakan terparah dialami rumah tetangga karena berada tepat di area perbatasan kontur tanah yang bergerak, namun rumah itu tidak ditempati

|
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PERGERAKAN TANAH - Rinrin (20) saat menunjukkan kondisi dapur rumahnya yang mengalami kerusakan parah akibat bencana pergerakan tanah di Dusun Bantarcaringin, RT 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (25/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pergerakan tanah terjadi di Dusun Bantarcaringin, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis pada Senin 24 November 2025.
  • Sejumlah rumah mengalami kerusakan parah dan yang lainnya terancam terdampak.
  • Sejumlah warga ungkap kejadian yang dirasakan hingga soal bantuan dan harapan kepada pemerintah.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pergerakan tanah kembali terjadi di Dusun Bantarcaringin, RT 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis pada Senin (24/11/2025) dini hari.

Sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, sementara delapan rumah lainnya terancam. 

Rinrin (20) salah satu warga terdampak, menjelaskan bahwa awal kerusakan diketahui saat ibunya bangun dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dan menuju dapur.

Ia terkejut melihat ubin lantai sudah menyembul atau terangkat meski belum retak. 

“Saat dibangunkan jam dua pagi itu saya kaget, karena biasanya baru bangun sekitar waktu subuh,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/11/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS! Pergerakan Tanah di Bantarcaringin Makin Parah, 3 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Menurut Rinrin, kondisi semakin memburuk pada siang hingga sore hari. 

Bagian yang paling parah terdampak adalah dapur yang kini bangunannya miring cukup signifikan, termasuk kamar orang tua dan WC. 

“WC ikut tertarik karena di bawah musala ada kolam. Sekarang dapur sudah miring sekali,” katanya.

Seluruh barang dari kamar telah dievakuasi ke tengah rumah dan garasi. 

Ia dan ibunya memilih mengungsi sementara ke rumah tetangga yang kosong. 

“Sudah tiga kali kejadian di rumah saya, tapi ini yang paling parah,” ungkapnya.

Selain rumah Rinrin, rumah bibi dan rumah tetangganya juga mengalami kerusakan.

Menurutnya, kerusakan terparah dialami rumah tetangga karena berada tepat di area perbatasan kontur tanah yang bergerak, namun rumah itu tidak ditempati.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved