Tanah Bergerak Ancam Warga Bantar
Detik-detik Pergerakan Tanah di Bantarcaringin Ciamis, Lantai Menyembul Dini Hari
Kerusakan terparah dialami rumah tetangga karena berada tepat di area perbatasan kontur tanah yang bergerak, namun rumah itu tidak ditempati
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Lia Yuliantin (28), warga lainnya yang juga merupakan bibi dari Rinrin turut merasakan dampak dari pergerakan tanah.
Ia menyadari adanya retakan sejak sekitar pukul 01.30 dini hari.
“Yang rusak itu bagian pintu belakang, tembok, dan WC. Bangunan belakang rumah sampai miring,” jelasnya.
Lia mengaku merasa takut, cemas, dan sedih melihat kondisi rumahnya saat ini.
Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia memilih bermalam di rumah tetangga.
“Kalau hujan enggak berani tidur di rumah. Kalau enggak hujan mungkin masih bisa tidur di ruang depan,” tuturnya.
Terlebih lagi, Rinrin biasanya tinggal seorang diri karena suaminya bekerja di Tangerang, namun karena peristiwa pergerakan tanah itu suaminya baru pulang tadi pagi.
Terkait kemungkinan relokasi, Lia mengaku akan mempertimbangkan pindah ke kampung halamannya di Kecamatan Panawangan jika memang harus meninggalkan rumah.
“Tapi kalau diperbaiki juga takut kejadian lagi, karena sebelumnya pernah terjadi meski tidak separah sekarang,” ucapnya.
Hingga saat ini, warga terdampak telah menerima bantuan logistik dari BPBD dan Dinas Sosial hingga dari pihak desa dan kecamatan.
Namun, belum ada konfirmasi lanjutan mengenai kajian geologi atau bantuan bahan bangunan untuk perbaikan rumah.
“Harapannya segera ada kepastian dari pihak terkait. Supaya kami bisa merencanakan apakah rumah perlu direnovasi atau bagaimana,” kata Rinrin.
Warga berharap pemerintah segera melakukan kajian struktur tanah dan memberikan solusi terbaik, mengingat potensi bencana susulan masih mungkin terjadi terlebih memasuki musim hujan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/pergerakan-tanah-di-ciamis-25112025-1.jpg)