Sabtu, 2 Mei 2026

BREAKING NEWS! Pergerakan Tanah di Bantarcaringin Makin Parah, 3 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi

Pergerakan tanah kembali terjadi di Dusun Bantarcaringin, RT 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
PERGERAKAN TANAH - Kondisi bagian dapur rumah milik Rinrin warga Dusun Bantarcaringin, Rt 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis yang mengalami pergerakan tanah pada Senin (24/11/2025) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pergerakan tanah kembali terjadi di Dusun Bantarcaringin, RT 24/12, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sepanjang malam, Senin (24/11/2025).

Hingga Senin siang, pergerakan tanah masih terjadi dan kerusakan di rumah warga terus bertambah.

Ketua RT 24/12, Dusun Bantarcaringing, Maman Suryaman, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah kali ini merupakan yang terparah dibanding dua kejadian sebelumnya.

“Pergerakan tanah ini sudah terjadi tiga kali sejak tiga tahun lalu. Yang sekarang paling parah. Setiap jam pergeseran tanah hampir 20 sentimeter,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Ratusan Orang di Ciamis Mengungsi Akibat Bencana Pergerakan Tanah, Kapolres Tinjau Langsung

Menurut Maman, tiga rumah warga mengalami kerusakan dan penghuninya sudah mengungsi ke rumah kerabat, sementara delapan rumah lainnya dinyatakan terancam jika pergerakan tanah terus berlanjut.

“Sekarang kolam ikan juga sudah ambles lebih dari 1,5 meter. Lokasinya tidak jauh dari rumah warga,” tambahnya.

Rinrin (20), warga yang rumahnya terdampak, menceritakan detik-detik awal kejadian saat dirinya baru terbangun tengah malam.

“Pas mau ke dapur sekitar jam setengah dua pagi, lihat lantai keramiknya sudah nyembul, sudah nggak rata. Terus lama-lama mulai retak dan makin parah,” katanya.

Rinrin mengaku ia dan keluarganya kini mengungsi ke rumah warga lain karena khawatir pergerakan tanah susulan terjadi.

“Ini sudah kejadian ketiga tapi yang sekarang paling parah. Takut tinggal di rumah, jadi pindah ke tetangga,” ujarnya.

Bahkan bangunan bagian dapur rumah milik Rimrin sudah miring dan hampir roboh jika pergerakan tanah terus terjadi.

Selain kerusakan rumah, terdapat satu kolam warga yang terdampak. 

Untuk fasilitas umum, sementara ini tidak ada laporan kerusakan dan dinyatakan aman. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved