Jumat, 8 Mei 2026

Keracunan MBG di Ciamis

Kesaksian Guru SMPN 4 Pamarican Ciamis saat Puluhan Pelajarnya Keracunan MBG

Siti Wahyuni, Wali Kelas 8C SMPN 4 Pamarican, yang merasakan langsung kejadian serta kepanikan yang terjadi di sekolah tersebut mengaku sangat kaget

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
SAKSIKATA KERACUNAN MBG - Siti Wahyuni, Wali Kelas 8C SMPN 4 Pamarican, yang merasakan langsung kejadian serta kepanikan yang terjadi di sekolah tersebut mengaku sangat kaget 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kabar keracunan menu Makanan Bergizi Gratis ( MBG) di Jawa Barat kembali terjadi, Senin (29/9/2025).

Kali ini kejadian terjadi di SMPN 4 Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang mengakibatkan puluhan pelajarnya mengalami sakit perut, mual, dan muntah, hingga ada yang mengalami sesak napas.

Dilaporkan sebanyak 52 siswa tercatat diduga mengalami keracunan setelah makan MBG di SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Adapun menu MBG di SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis saat itu terdiri dari Nasi, Ayam Goreng, Tumis Waluh dan Jagung Manis, serta Tahu.

Baca juga: BREAKING NEWS - 52 Siswa SMPN 4 Pamarican Ciamis Keracunan MBG, Belasan Dirawat di Puskesmas

Salah seorang guru, Siti Wahyuni, Wali Kelas 8C SMPN 4 Pamarican, yang merasakan langsung kejadian serta kepanikan yang terjadi di sekolah tersebut mengaku sangat kaget dan gemetar, karena kejadian tersebut merupakan yang pertama kali.

Siti yang menjadi " SaksiKata" pada kejadian tersebut memaparkan, kronologinya, MBG yang dibawa SPPG itu datang ke sekolah SMPN 4 Pamarican sekitar pukul 10.00 WIB.

"Setelah MBG datang, pihak sekolah langsung menata semua omprengan dan mendata berapa siswa yang hadir. Setelah pendataan dan penataan selesai, kami panggil perwakilan setiap kelas untuk mengambil MBG dan kemudian dibagikan di setiap kelas," kata Siti Wahyuni.

Dikatakan Siti Wahyuni, penataan dan pendataan siswa itu selasai dan mulai dibagikan pada pukul 10.20 WIB. Saat itu masih kurang 127 ompreng. Maka yang dibagikan itu terlebih dulu untuk kelas 7 dan 8.

"Saat mulai dibuka oleh setiap siswa, ada yang siswa yang mengatakan "Bu Bau". Saat itu juga Bu Gurunya langsung minta "Udah Stop, Udah Jangan Dimakan". Ada juga siswa yang membuang makanan karena bau, tapi oleh Guru minta diambil lagi makanannya dan dimasukkan lagi ke ompreng lalu disimpan. Sebagian juga ada yang tidak makan karena masih kenyang makan di rumah," tutur Siti Wahyuni yang saat itu diakuinya mulai khawatir, namun masih tetap tenang, karena makanan berbau tidak dimakan siswa.

Lalu, sekitar jam 11-an WIB, lanjut Siti Wahyuni, mulai ia merasakan gemetaran, karena ada siswa yang melapor bahwa ada anak yang muntah.

"Saat itu saya langsung ke sana, ke kelas 7C (awal informasi ada anak yang muntah, Red).  Saat itu kondisi anak muntah dan sakit perut dan itu terjadi setelah makan MBG," kata Siti Wahyuni.

Baca juga: Foto-foto Saat Siswa SMPN 4 Pamarican Ciamis Alami Mual dan Muntah Usai Makan MBG

Kemudian laporan siswa yang sakit perut dan muntah itu, dikatakan Siti Wahyuni, bertambah.

"Karena terus bertambah, kami langsung lapor ke SPPG, dan kemudian datang petugas dari Puskesmas. 
Kemudian para siswa yang sakit dibawa ke Puskesmas dan ada yang dibawa ke Rumah Sakit. Bahkan ada juga anak yang sesak napas," papar Siti Wahyuni.

Terkait kelanjutan penerimaan menu MBG untuk SMPN 4 Pamarican, Siti Wahyuni mengaku untuk masalah tersebut pihak sekolah belum membicarakannya. Karenan saat ini masih fokus melakukan upaya penangananan pelajar yang sakit.

Baca juga: Daging Ayam Bau, Sayurnya Asam, Cerita Siswa SMPN 4 Pamarican yang Keracunan MBG

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved