Foto AI Tanpa Busana Siswi SMA di Cirebon Beredar Luas, Sampai Dijual di Telegram
Kasus foto sejumlah siswi SMA di Kota Cirebon yang diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI) hingga tampak bugil beredar luas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIREBON - Kasus foto sejumlah siswi SMA di Kota Cirebon yang diedit menggunakan kecerdasan buatan (AI) hingga tampak bugil kini menjadi perbincangan hangat.
Video berdurasi 37 detik berisi kumpulan foto-foto hasil manipulasi itu viral dan menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp, pada Senin (25/8/2025).
Dalam video tersebut, terlihat wajah sejumlah siswi ditempelkan pada tubuh telanjang sehingga seolah-olah mereka berpose vulgar.
Padahal, foto asli para korban sama sekali bukan foto syur.
Foto-foto itu diduga diambil dari sebuah ponsel milik seorang siswa yang tengah tertidur.
Kasus ini pun menjadi sorotan hingga akhirnya digelar pertemuan antara perwakilan sekolah pelaku dan korban di sebuah kafe di Jalan Raya dr Wahidin, Kota Cirebon, Senin (25/8/2025).
Pertemuan itu dihadiri oleh pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB), serta kuasa hukum dari kedua belah pihak.
Baca juga: Viral Video Syur Guru dan Siswi Berdurasi 5 Menit Beredar di Medsos
Baca juga: Beredar Video Syur Siswi SMA di Cianjur Viral di Media Sosial, Begini Tanggapan Pihak Sekolah
Sharmila, kuasa hukum lima korban menyebut, pelaku utama adalah seorang pelajar SMA.
“Menurut keterangan yang kami terima, pelaku mengambil foto para korban lalu memanipulasinya menggunakan aplikasi pengedit gambar. Fotonya itu diedit jadi foto syur,” ujar Sharmila saat diwawancarai media, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan, meski pengeditan dilakukan oleh satu orang, kasus ini melibatkan lebih dari satu pihak.
“Pelaku yang mengedit cuma satu. Namun yang terlibat lebih dari satu."
"Jadi ada yang suplai foto, ada yang mengedit,” ucapnya.
Suasana pertemuan mendadak haru saat seorang ibu korban angkat bicara.
Ia tak kuasa menahan tangis ketika mengungkapkan isi hatinya.
“Kita semua keluarga korban sangat terpukul atas kejadian ini. Anak kami punya masa depan,” jelas dia, dengan suara bergetar.
Dengan raut wajah penuh emosi, ia menegaskan sangat tidak terima putrinya dijadikan bahan foto asusila.
“Iya memang itu bukan foto anak-anak kami. Itu badannya. Tapi mukanya, muka siapa? Itu anak-anak kami,” katanya, sambil menyeka air mata.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Reza menegaskan, bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.
“Kami menginginkan adanya proses hukum dalam kasus ini agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Reza.
Ia mengingatkan, bahwa ada payung hukum untuk menjerat pelaku.
“Karena kan ada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Biar nanti pihak kepolisian yang menentukan."
"Kita semua berharap bisa mengawal kasus ini sampai para korban bisa mendapatkan keadilan,” ucapnya.
Informasi yang diterima Tribun menyebut, kasus ini melibatkan tiga terduga pelaku berinisial V, I dan A.
Ketiganya masih berstatus pelajar dari dua sekolah favorit di Kota Cirebon.
Mereka sudah diperiksa penyidik Polres Cirebon Kota pada Sabtu (23/8/2025) lalu dengan didampingi orang tua masing-masing.
Tidak lama berselang, para korban juga hadir untuk menjalani pemeriksaan.
Para korban dikabarkan berjumlah puluhan orang.
Bahkan, dari informasi yang berkembang mendapati fakta mencengangkan.
Foto-foto asusila hasil manipulasi AI itu bukan hanya beredar, tapi juga dijual para pelaku melalui aplikasi Telegram. (*)
Viral Nasi Tutug Oncom Jadi Menu MBG di Tasikmalaya, Camat: Kandungan Sudah Diperiksa Ahli Gizi |
![]() |
---|
Sinopsis dan Jadwal Tayang Confidence Queen dan 7 Drakor Lain di Sepanjang Bulan September 2025 |
![]() |
---|
VIRAL Macan Tutul Masuk Kantor Desa di Kuningan, Kades Langsung Koordinasi BPBD dan BKSDA |
![]() |
---|
VIRAL Petugas Damkar Pakai Baju Daster Atasi Kebakaran Dadakan Sepeda Motor |
![]() |
---|
Viral di Medsos, Akan Ada Demo Besar-besaran Tanggal 25 Agustus 2025? Ini Fakta Sebenarnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.