Sabtu, 2 Mei 2026

Rumah Naskah Nusantara Ciamis Menyelamatkan Warisan Leluhur dari Lembaran yang Lapuk

Di balik lembar-lembar kertas usang yang nyaris tak terbaca, tersembunyi jejak peradaban, petuah moral, dan kisah leluhur yang hampir punah oleh zaman

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
DIGITALISASI - Ketua Yayasan Rumah Naskah Nusantara, Gunari Putra Erisman saat mempraktikan proses digitalisasi naskah kuno menggunakan kamera DSLR dan alat pendukung lainnya. 

“Saya ingin semua tahu, bahwa kita punya warisan yang luar biasa. Jangan sampai generasi muda lebih mengenal budaya luar ketimbang warisan sendiri,” pungkasnya.

Rumah Naskah bukan hanya tempat menyimpan lembaran tua, tapi juga ruang belajar, ruang cinta, dan ruang pengabdian terhadap sejarah

Dan di tengah semua itu, Gunari berdiri sebagai penjaga yang gigih, memastikan naskah tak tinggal sebagai kenangan, tapi sebagai nyala untuk masa depan.

Naskah yang Diarsipkan Kangjeng Prebu atau Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Galuh ke-16 (Koleksi Perpusnas RI) dan naskah yang dipamerkan pada kegiatan Nyawang Bulan 2025 belum lama ini yakni :

1. Carita Parahyangan 
2. Sanghyang Siksa Kandang Karesian 
3. Sewaka Darma 
4. Bujangga Manik 
5. Sanghyang Sasana Maha Guru 
6. Warugan Lemah 
7. Sajarah Patenggang.

Kiprah Rumah Naskah dalam kegiatan pelestarian naskah kuno mulai dilirik dan diperhitungkan. 

Pada hari Jumat tanggal 20 September 2024 Rumah Naskah mendapat penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka melalui kegiatan Gemilang Perpustakaan Nasional 2024 bertempat di Balai Sudirman, Jakarta Selatan.

Apresiasi ini diberikan kepada masyarakat atau setiap individu yang menyimpan, merawat dan melestarikan naskah kuno yang sudah didaftarkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved